Tiba di Perancis: Dokumen yang wajib diurus!

Salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu dan dinanti-nantikan akhirnya datang juga! Bertemu kembali dengan suami, setelah long distance marriage (LDM), yaitu memulai hidup baru bersama di Perancis. Bagi WNI yang sudah melewati berbagai macam prosedur menikah dengan WN Perancis, memenuhi syarat keberangkatan dan pindahan ke Perancis, pasti senang sekali ketika akhirnya menerima visa long séjour dari pihak Kedubes Perancis.

But wait, you just passed one of all administrations.

Yang artinya, masih ada rentetan administrasi lainnya yang harus kamu urus nanti setibanya di Perancis. Berikut ini saya coba akan berbagi pengalaman, tips dan hal-hal apa saja yang harus kita lakukan setibanya di Perancis.

Attention: ini yang saya dan suami lakukan di Perancis ya. Untuk yang berbeda negara, mungkin bisa Googling artikel lain terkait prosedur di negara tersebut. Karena saya yakin tiap negara pasti berbeda prosedur dan juga peraturannya.

So, mungkin saya bisa mulai terlebih dahulu menjelaskan mengenai Visa Long Séjour (visa long stay). Jadi, kalau kamu ingin menetap untuk waktu yang lama di Perancis, kamu diharapkan untuk membuat visa tipe ini. Namun, sebenarnya ada beberapa kategori terkait dengan visa long stay (visa jangka panjang) diantaranya;

  1. menetap untuk beberapa periode untuk liburan atau alasan pribadi
  2. profesional kerja
  3. pendidikan (sekolah, kuliah, kursus dll)
  4. bergabung dengan anggota keluarga.

Dalam kasus saya, tentu saya memilih alasan yang terakhir, yaitu untuk bergabung dengan suami saya dan menetap di Perancis.

Jaman saya beberapa waktu lalu, untuk urusan visa kita masih bisa melakukannya di TLS Contact website. Tapi terhitung sejak November 2018 lalu, kita harus ke website France Visa.

Jadi, setelah pilih di menu bar: Coming to France for >> Family purpose >> He/She is French >> Spouse of French national.

Untuk persyaratan seperti dokumen pendukung apa saja yang harus disiapkan, tentu hal ini jauh lebih mudah dilakukan ketika kamu sudah menikah dengan pasangan WN Perancis kamu. Persyaratan lengkap untuk membuat long stay visa, sila untuk membaca di artikel ini.

Setelah semua urusan visa ini selesai dan kita bisa berangkat ke Perancis, tentu masih ada rentetan dokumen administrasi lainnya yang harus kita lakukan setibanya di Perancis. Jadi, walaupun visa kita untuk setahun, bukan berarti itu berlaku secara otomatis selama setahun, biasanya masa berlakunya sekitar 90 hari, visa tersebut baru bisa berlaku dan dipakai, ketika kita memiliki carte de séjour.

Hah, apalagi itu carte de séjour?

Sabar, sabar ya. Jangan stress dulu, kamu dan pasangan kamu harus yakin kalau dengan dukungan satu sama lain, kalian pasti bisa melalui semua urusan administrasi ini dengan baik (cieee..). Jadi, tetap semangaaat ya!

Catatan penting: kalian harus membawa semua dokumen penting pribadi dan dokumen pernikahan ke Perancis (misal, akte kelahiran asli, fotokopi KK, ijazah pendidikan, transkrip, buku nikah, dll).

Supaya sesampainya di Perancis, gak kelimpungan cari-cari dokumen dan malah merepotkan keluarga di Jakarta untuk kirim dokumen-dokumen tersebut.

Oke, lanjut.

Pertama, carte de séjour atau residence permit adalah izin tinggal di Perancis untuk pendatang yang akan tinggal di Perancis hingga satu tahun maupun lebih. Beberapa kategorinya mengizinkan pemegang visa untuk tinggal selama 3 atau bahkan 4 tahun.

Untuk itu, biasanya bagi orang-orang yang baru tiba di wilayah Perancis, pemegang visa VLS-TS berkewajiban mengirimkan beberapa dokumen by post ke OFII kota dimana mereka tinggal, dengan melampirkan formulir aplikasi OFII yang telah diisi dan di stempel oleh pihak Kedubes Perancis sewaktu di Jakarta.

Dokumen lain yang juga harus dikirimkan kepada OFII diantaranya;

  1. Fotokopi halaman depan paspor yang berisikan identitas pribadi dan validitas paspor
  2. Fotokopi halaman stempel imigrasi Perancis (yang biasanya diberikan ketika masuk wilayah Perancis)
  3. Fotokopi halaman visa long stay
  4. Fotokopi livret de famille

Kirimkan semua dokumen diatas dengan Formulaire de Demande d’Attestation OFII yang sudah di isi seluruh informasi mengenai data pribadi kamu. Setelah itu OFII akan mengirimkan bukti tanda terima bahwa file sudah diterima dengan baik. Waktu itu tanda terima ini dikirimkan setelah 4 (empat) hari saya dan suami mengirim semua dokumen diatas.

Ingat, waktu lama atau tidaknya, bisa tergantung dari kantor OFII di daerah kalian ya.

Lalu, sekitar 3-4 minggu setelah menerima surat tanda bukti tersebut, saya mendapatkan surat panggilan dari OFII untuk melengkapi file, undangan untuk melakukan pemeriksaan medis dan radiologi, dan juga pertemuan pengantar (visite d’accueil).

Nah, pada pertemuan ini, kalian kembali diwajibkan untuk membawa dokumen-dokumen seperti; paspor, foto ukuran paspor (menghadap ke depan tanpa penutup kepala), bukti tempat tinggal di Perancis (tanda terima sewa, listrik, gas, air atau tagihan telepon rumah dengan nama kamu), hasil sertifikat medis, dan biaya pajak yang harus dibayarkan kepada OFII by online berupa stamp/timbre. Untuk ini, kamu bisa membayar dan mendapatkan stamp tersebut disini. Setelah itu mereka akan memberikan stempel bukti melalui email, stempel inilah yang harus dilampirkan dan dibawa saat pertemuan tersebut.

Tarif OFII ini berbeda-beda tergantung maksud dan tujuan kita tinggal di Perancis:

Pengunjung : 250EUR –> istri WN Perancis masuk ke dalam kategori ini

Pelajar & Trainee : 60 EUR

Profesional kerja : 250 EUR

Seperti yang sudah saya informasikan diatas, nanti akan ada personal interview dengan pihak OFII, pertemuan ini bertujuan untuk:

  • Presentasi mengenai Republican Integration Contract;
  • Tes tertulis untuk menilai kemampuan bahasa Perancis;
  • Wawancara personal terkait dengan situasi sosial dan profesional, kemungkinan menggunakan bahasa Perancis, atau disediakan interpreter kalau tersedia;
  • Penandatanganan Republican Integration Contract

Kebetulan saya baru akan memulai pemeriksaan medis dan interview awal Maret depan. Deg-degan sih, tapi mudah-mudahan semuanya akan baik dan lancaaar.

Nah, yang saya ketahui dan hasil ngobrol dengan beberapa imigran atau WN lainnya, setelah melihat hasil tes tertulis kemampuan bahasa Perancis, OFII akan menentukan apakah kamu membutuhkan kursus bahasa Perancis lagi atau tidak. Jika iya, kamu akan mendapatkan kursus bahasa Perancis secara gratis!

Setelah semua formalitas ini dilaksanakan, pada proses akhir validasi, OFII akan memberikan izin untuk kamu tinggal yang tercatat sah secara hukum di Perancis berupa melampirkan stiker dan tanggal di paspor kamu, selama masa berlaku visa yang tercantum di paspor kamu.

Wajib diketahui: Karena penyelesain formalitas ini mungkin memakan waktu cukup lama, bisa sekitar 1 bulan, tergantung kantor OFII setempat. Kamu harus memulai proses pengiriman seluruh dokumen sesaat setelah ketibaan di Perancis, paling lambat di minggu pertama setibanya di Perancis.

Jika kamu gagal melakukannya dalam waktu 3 bulan di Perancis, berarti kamu tinggal secara ilegal di Perancis dan harus membayar biaya legalisasi lagi.

Huft, memang penuh pengorbanan dan uang ya, menikah dengan WNA itu.

Nah, bagi yang ingin memperpanjang izin tinggal di luar dari visa dan residence permit, kamu harus memperpanjang visa atau izin tinggal dalam waktu 2 bulan terakhir, sebelum masa berlaku visa kamu berakhir.

Kunjungi kantor Préfecture setempat di kota kamu melakukan aplikasi permohonan izin tinggal. Nanti kamu akan diberikan formulir yang dibutuhkan untuk mendaftarkan diri kamu. Kalau kamu gagal atau tidak cukup waktu untuk melakukan perpanjangan ini, akan mengakibatkan kamu harus kembali ke negara tempat tinggal untuk meminta visa baru.

Kedua, setiba di Perancis kalian wajib Lapor Diri dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) di negara tersebut. Kenapa? Supaya kamu tercatat di KBRI dan kalau ada apa-apa, KBRI siap membantu. Misalnya, kamu ingin memperpanjang paspor yang masa berlakunya sudah abis. Jadi, data diri kamu sudah ada di KBRI, gak perlu repot ke Indonesia, cuman perkara perpanjang paspor (bukan apa-apa, ongkosnya kan lumayan ya, gengs). Juga, urusan pekerjaan, perceraian, kematian dan lainnya.

Nah, saat ini Lapor Diri untungnya udah online! Jadi, sila klik ke website ini. Untuk melaporkan diri kamu, sebaiknya kamu pilih kolom Daftar. Di isi dengan lengkap ya informasi pribadinya, untuk memudahkan tracking data kamu nantinya. Setelah itu, persiapkan beberapa dokumen dalam bentuk jpg seperti diantara ini:

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Paspor halaman data diri
  3. Visa VLS-CF
  4. Bukti tempat tinggal di Perancis (slip listrik, kontrak apartemen, slip telepon)
  5. Carte de séjour (jika sudah ada) atau Surat Bukti Tanda Terima sedang dalam proses validasi administrasi by OFII

Setelah selesai, nanti kamu akan mendapatkan nomor registrasi lapor diri. Beberapa hari setelah melakukan lapor diri online, akhirnya saya mendapatkan email langsung dari Konsuler KBRI Paris, kalau mereka sudah menerima pendaftaran dan data saya. Jika ada beberapa dokumen yang belum terverifikasi, mereka juga akan minta kirimkan by email.

Ketiga, untuk mengurus Caisse Primaire d’Assurance Maladie (CPAM) atau Sécurité Sociale. Hal ini yang selalu diingatkan oleh suami saya setelah kami mengurus dokumen dengan OFII. Karena warga negara asing yang tinggal dan bekerja di Perancis harus mendaftarkan diri ke French social security untuk mendapatkan tunjangan dari pemerintah, termasuk tunjangan asuransi kesehatan. Sistem jaminan sosial yang lebih dikenal oleh orang-orang Perancis sebagai la Sécu ini ada beberapa kategorinya. Penting bagi WNA di Perancis untuk mendapatkan nomor social security ini untuk mendapatkan benefit yang ditawarkan oleh pemerintah Perancis.

Saya sendiri menyerahkan pengurusan ini kepada suami, karena suami yang paling ngerti soal ini, tapi untuk formulirnya sila download disini

Setelah mengisi formulir tersebut, kamu juga harus melampirkan:

  1. Fotokopi paspor yang berisikan data diri
  2. Fotokopi visa
  3. Fotokopi stempel dari imigrasi Perancis
  4. Fotokopi surat tanda terima OFII (bagi yang belum punya residence permit)
  5. Fotokopi akte kelahiran (yang harus diterjemahkan ke Bahasa Perancis, dengan penerjemah tersumpah di Perancis)
  6. Fotokopi akun bank (kalau belum punya bisa pakai akun bank suami dulu, tapi lampirkan surat pernyataan ya kalau kalian berdua sama-sama mengetahui dan setuju untuk menggunakan akun bank suami nantinya untuk menerima benefit tersebut)
  7. Fotokopi bukti tempat tinggal

Setelah mengisi formulir diatas dan mengumpulkan semua dokumen, langsung dikirimkan ke kantor CPAM atau Sécurité Sociale di kota kamu tinggal.

Keempat, membuat nomor pajak dan akun rekening bank. Harusnya ini sudah bisa dibuat dari sejak kita pindah. Namun, biasanya untuk mengurus nomor pajak memakan waktu lebih lama, terlebih jika kamu belum mendapatkan residence permit dari pihak OFII. Jadi, karena urusan residence permit saya juga belum selesai, akhirnya kami memutuskan untuk membuat nomor pajak dan akun rekening bank setelah urusan residence permit selesai.

Jadi, kira-kira segitu dulu ya informasinya! Mudah-mudahan cukup membantu. Next time saya akan cerita bagian senang-senangnya ya, seperti traveling atau cerita pengalaman gimana rasanya hidup di Perancis sebagai pasangan atau istri orang Perancis.

Sila komen di bawah atau juga bisa kontak saya by email jika ada yang ingin ditanyakan ya.

Bisous,

Astrid

5 Langkah yang Harus Dilakukan Setelah Menikah dengan WN Perancis

Nah, akhirnya saya baru bisa nih berbagi pengalaman lagi mengenai apa yang harus dilakukan oleh saya (atau kalian) sebagai warga negara Indonesia setelah menikah dengan Warga Negara Perancis di Indonesia.

Bagi teman-teman yang terlewat informasi bagaimana syarat-syarat menikah antara WNI dan WN Perancis di Indonesia, sila cek di kedua post saya yang ini ya: Susah gak sih menikah dengan WN Perancis di Indonesia? ( Part 1)  dan Susah gak sih menikah dengan WN Perancis di Indonesia? ( Part 2)

Bagi yang masih kurang jelas bisa tanya di kolom komentar dua post diatas atau komen di bawah ini ya!

Nah, sekarang saya mau share langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan setelah menikah dengan WN Perancis, selain honeymoon tentunya ya! Hehe. Khususnya bagi kamu yang akan diboyong suami ikut ke Perancis, yaitu untuk membuat buku keluarga atau livret de famille.

Jadi, seminggu setelah menikah setidaknya terdapat 5 langkah yang harus kamu lakukan:

Pertama, bawa kedua buku nikah kamu ke KUA tempat dimana kamu menikah untuk dilegalisir oleh KUA. Sebelumnya cek seluruh data-data yang ada di buku nikah apakah sudah benar atau tidak, karena buku nikah ini nanti akan diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis juga oleh penerjemah tersumpah. Untung saya beberapa kali berkomunikasi dengan Mas Subandi, penerjemah tersumpah, jadi beliau mengingatkan saya untuk memeriksa keseluruhan data yang tertulis di buku nikah, bahkan ia sempat bilang kalau seringkali ada kesalahan penulisan terkait kewarganegaraan suami. Dan benar aja loh gengs, di buku nikah saya tertulis kalau suami saya WN Indonesia. Padahal saat di KUA seluruh dokumen sudah diberikan bahkan ada data yang harus saya isi terkait dengan informasi saya pribadi dan suami beserta kedua orang tua kami, which is ada tulisan kalau suami saya WN Perancis, tapi tetap aja salah… DOH! Emang paling gak ngerti ya kenapa hal-hal begitu bisa salah, kalau minta duit aja cepet, pikir saya waktu itu.

Anyway, bagi kamu yang memiliki prenup, juga jangan lupa memberikan kopian dokumen asli prenup ke KUA untuk dilegalisir dan didaftarkan, prenup ini tidak perlu dibawa ke Pengadilan Negeri lagi, kalau sudah didaftarkan di KUA. KUA juga akan memberikan fotocopy buku nikah yang sudah dilegalisir. Waktu itu, karena mengurusnya ketika saya sedang berada di Yogyakarta, jadi Ibu dan kakak saya membantu proses ke KUA, tidak perlu surat kuasa untuk mengurus ini, tinggal bawa saja buku nikah yang aslinya.

Kedua, setelah proses dari KUA, kalian harus mengurus pengiriman beberapa dokumen kepada penerjemah tersumpah (sworn translator). Ada beberapa penerjemah tersumpah yang sudah terdaftar di Kedubes Perancis, tetapi saya masih menggunakan jasa Mas Subandi, karena lagi-lagi harganya yang masih terjangkau, kerjanya cepat dan terpercaya. Sila melihat kontak Mas Subandi di artikel ini.

Beberapa dokumen yang harus dikirim ke Mas Subandi sbb:

  1. 2 (dua) buku nikah asli
  2. Fc buku nikah yang dilegalisir oleh kepala KUA
  3. Fc KTP istri (untuk WNI)
  4. Fc pasport suami (untuk WNA)
  5. Fc surat izin menikah dari Kedutaan Besar (2 bahasa: Perancis dan Bahasa Indonesia)
  6. Surat mualaf, kecuali kalau muslim sejak lahir
  7. Akta cerai, jika status telah bercerai
  8. Fc prenuptial agreement (perjanjian pernikahan), jika ada

Seluruh dokumen diatas dapat dikirimkan by post atau by ojek online. Pastikan alamat yang penerima tidak salah ya! Nanti minta si penerjemah untuk menginformasikan ke kita, jika dokumen sudah diterima.

Ketiga, meminta legalisir buku nikah ke-3 Kementerian terkait, yaitu; Kementerian Agama, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian Luar Negeri. Langkah ini tergantung apakah kamu mau mengurusnya sendiri atau meminta jasa penerjemah tersumpah juga untuk melakukannya. Biasanya mereka menawarkan jasa ini sudah paket dengan terjemahan buku nikah hingga memberikan dokumen-dokumen tersebut ke pihak Kedutaan Besar Perancis. Karena saya tidak mau repot, jadi saya meminta untuk sekalian saja diurus oleh Mas Subandi. Makanya untuk tarif, terbilang cukup pricey ya, waktu itu saya bayar sekitar 3 juta Rupiah all in! Sebenarnya untuk legalisir buku nikah di 3 Kementerian, terjemahan dan penyerahan ke Kedutaan Besar tarifnya 2 juta Rupiah, tapi karena saya memiliki prenuptial yang juga harus didaftarkan di dalam livret de famille untuk diketahui oleh otoritas Perancis, jadi tetap harus diterjemahkan. Jumlah halaman prenup sekitar 6 halaman, jadi untuk prenup saja sudah sekitar 1 juta Rupiah. Mahal yah nikah sama WNA, gengs, huhuhu..

Nah, setelah semua proses diatas selesai, Mas Subandi akan mengirimkan seluruh dokumen secara langsung ke Kedubes Perancis. Waktu itu cukup cepat, proses dari terima dokumen dari saya ke penerjemah tersumpah, lalu diterjemahkan dan dikirimkan ke pihak Kedubes ada sekitar 9-11 hari kerja.

Keempat, setelah bukti pengiriman ke pihak Kedubes sudah dikirimkan oleh Mas Subandi, tidak lama saya menerima email dari Ibu Cempaka dari Kedubes Perancis, bahwa dokumen sudah diterima dan suami saya harus mengisi dokumen Formulir Permohonan Transkrip, form nya dalam bahasa Perancis dan waktu itu diisi oleh suami saya akhirnya, lalu saya kirimkan kembali lagi ke Ibu Cempaka via email. Waktu untuk menunggu livret de famille ini selesai, sekitar 2 bulan lamanya. Kalau saya waktu itu 2 bulan 2 minggu karena ada keterlambatan dari pihak Kedubes.

Kalau kita sudah memiliki acte de marriage dan livret de famille ini, kita bisa langsung lanjut proses kelima yaitu, membuat visa long séjour (long stay visa). Sebenarnya kamu tetap bisa ke Perancis sebelum kedua dokumen ini selesai, tapi paling cuma bisa buat visa tourist aja untuk sebulan atau kurang dari 3 bulan, setelah itu harus balik lagi sampai 2 dokumen tersebut selesai. Setelah itu, langsung proses long stay visa yang saya sebutkan tadi, tapi karena memperhitungkan biaya yang pastinya mahal banget, jadi daripada buang-buang uang untuk tiket pesawat mending uangnya buat nabung kan gengs.

Untuk proses membuat visa, khusus negara Perancis dan Swiss, kita bisa memproses pembuatan visa di TLS Contact. Untuk proses pembuatan visa, kamu harus registrasi online dulu ya, supaya bisa langsung log in. Semua informasi lengkap ada di website TLS Contact, ingat… harus rajin-rajin baca dan bertanya ya, kalau memang sudah kepepet atau ada yang kurang jelas bisa langsung tanya via email ataupun telepon ke kantor mereka.

Visa tipe seperti apa yang dibutuhkan nih?

Jadi, setelah kalian buka websitenya, silahkan pilih ‘Documents and Visa Types’ >> lalu, kalian bisa melihat berbagai jenis visa yang dibutuhkan, lalu pilih ‘Family member of a French citizen or his/her purpose’ >> jangan bingung, setelah klik pilihan tersebut, ternyata masih banyak lagi kan jenis-jenis visa yang berbeda? Waktu itu saya pilih tipe visa yang ‘Spouse of a French citizen – Long stay (more than 90 days)‘.

Jangan syok ya kalau persyaratannya banyak, alhamdulillah karena saya sudah cukup berpengalaman membuat Schengen visa dan menurut saya, visa tipe ini merupakan aplikasi termudah! 3 kali sebelumnya, saya pun juga ‘tertolong’ buat visa, karena ketiga-tiganya saya diundang oleh organisasi/NGO internasional yang berada di salah satu negara Eropa untuk urusan pekerjaan. Mudahnya, karena mereka memberikan surat undangan dan pernyataan bahwa setiba di Eropa mereka akan menjamin hidup saya selama disana. Gak kebayang, beberapa teman sempat berkonsultasi, gimana caranya buat Schengen visa dan ternyata lumayan sulit juga kalau memang tujuannya untuk tourisme atau backpacker ya, harus ada jaminan dan copy jumlah uang di rekening bank yang minimum sekian juta, surat sponsor, de el el.

Lanjut lagi, jadi untuk aplikasi visa long stay ini ada beberapa hal yang saya bilang cukup menguntungkan, diantaranya; kita tidak perlu membayar visa alias FREE a.k.a GRATIS gengs (kecuali, kalau kamu mau premium service pada saat pembuatan aplikasi visa, harus tambah IDR 450.000 lagi ya!); terus kita tidak perlu atur waktu janji temu untuk interview, karena kita bisa datang langsung jam berapa pun (selama waktu operasional TLS contact). Another perks of having a French husband. Ketika kamu akan masuk ke dalam kantor TLS contact, kamu harus membawa si acte de marriage dan livret de famille.

Untuk persyaratan dokumen lengkapnya, beberapa yang harus dikumpulkan dan diberikan kepada pihak TLS Contact diantaranya;

  1. Formulir aplikasi long stay visa yang asli
  2. Formulir OFII (di isi dan dibawa saat proses aplikasi, form ini akan digunakan setelah tiba di Perancis untuk membuat residence permit)
  3. 2 lembar pasfoto berwarna, latar belakang putih, ukuran 3,5 cm x 4,5 cm (tidak lebih dari 6 bulan)
  4. Buku Keluarga (ingat ini livret de famille ya, yang dikeluarkan secara resmi oleh Pemerintah Perancis)
  5. Fotokopi sertifikat menikah (acte de marriage, juga dari Kedubes Perancis)
  6. Fotokopi KTP pasangan WN Perancis atau Pasport biometrik WN Perancis
  7. Fotokopi bukti tempat tinggal di Perancis
  8. Fotokopi Kartu Keluarga (WN Indonesia)
  9. Pasport (2 lembar fotokopi yang berisikan data dan pasport asli dibawa dan diserahkan kepada petugas visa, yang masa berlaku kurang dari 3 bulan dengan 2 halaman kolom kosong untuk visa stiker)
  10. Fotokopi pasport lama, terutama pada bagian visa dan personal data. Bawa juga pasport aslinya untuk jaga-jaga ya.

Saya baru tau, ternyata kalau apply visa via French embassy, mereka tidak pernah menanyakan soal travel insurance. Saya pun juga tidak diminta untuk melampirkan booking flight ticket, paling hanya ditanya ‘nanti berencana berangkat ke Perancis nya kapan ya?’.

Setelah semua proses dan dokumen sudah dicek, nanti kalian juga akan ditawarkan apa mau ambil visa nya langsung di TLS contact atau dikirim by JNE YES? Untuk kiriman by JNE, dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 75.000,- karena rumah saya juga masih di daerah Jakarta Selatan, ya saya pilih langsung saya yang ambil dong jelas, meminimalisir hilang atau kerusakan juga saat pengiriman.

Setelah semua sudah selesai, siap-siap tinggal tunggu berangkat deh!

Nanti sesampainya di Perancis saya kabarin lagi ya, hal-hal apalagi yang harus saya (atau kamu lakukan) karena ada beberapa dokumen lagi yang harus dikerjakan setibanya di sana untuk membuat resident permit “Titre de séjour”.

Featured background picture from Pinterest.