Groceries Halloween Version~ | #MALAMINGGU Part. 2

Bonjour! Selamat datang di AMG! Vlog Cerita #18

Kita mau buat vlog khusus kegiatan kita di malam minggu nih! Untuk part kedua kali ini, kita mau ajak kalian jalan-jalan sambil groceries shopping di Rouen, Perancis.

Groceries Halloween Version~ | #MALAMINGGU Part. 2

Ngomong-ngomong soal groceries, karena suami ku vegetarian, jadi kita gak pernah beli produk daging, ayam atau makanan laut. Kita selalu beli bahan-bahan plant based, mentok-mentok beli produk turunan hewani seperti; telur, keju, susu~

Biasanya kita belanja seminggu-2 minggu sekali aja, jumlahnya variasi, tergantung menu apa yang mau kita buat, tapi biasanya kisaran 40 – 60 euro.

Kalau kalian groceries shopping biasanya berapa kali sebulan? Plus, spending berapa per belanjanya? Boleh leave comment di videonya langsung atau komen di blog post di bawah ini ya~

Terima kasih dan happy weekend~~!

Jalan-jalan ke Festival “Perut” di Perancis? | #LVenFrance

Weekend kemarin aku dan suami datang ke Festival “Perut” di Perancis! Hahaha, aneh ya namanya? Tapi memang nama asli acaranya dalam bahasa Perancis memang seperti itu kalau kita terjemahkan secara harfiah ke bahasa Indonesia. Jadi, nama asli acaranya adalah Fête du Ventre, which means fête = festival dan ventre = stomach.

Yup, apalagi kalau gak berhubungan dengan makanan.

Jadi, event selama dua hari di weekend kemarin sangat ramai pengunjung, karena ternyata hobi atau aktifitas utama yang digemari oleh orang-orang Perancis itu ya yang berhubungan dengan gourmand/gastronomy atau kalau kita bilang kulineran a.k.a tukang ganyem, hahaha! Jadi, banyaaaak banget jenis-jenis makanan yang dijual di festival tersebut. Kita bisa memilih mulai dari appetizer, main course sampai dessert, semuanya ada di festival tersebut, (kecuali; nasi goreng, somay, ketoprak, dll, pastinya! Huhuhu). Soalnya semua produk yang dijual adalah lokal produk dari Normandie dan Bretagne region.

Mau tau ada apa saja di festival tersebut? Sila ditonton sampai habis vlog terbarunya!

Sekalian juga, bagi yang belum subscribe, jangan lupa di-subscribe dulu ya.. terus bisa tulis di kolom komentar kira-kira mau kita buat video apalagi untuk kedepannya?

Terima kasiiiih!

Bisous.

Living in Rouen #2: Gimana metode cepat belajar bahasa Perancis?

Yup, seperti judul diatas, aku sekarang mau sharing ke kalian, gimana caranya aku belajar bahasa Perancis. Bahasa ketiga yang memang sejak dulu pengen banget aku pelajarin! Selain karena suka negaranya sejak masih kecil, bahasa Perancis termasuk bahasa wajib di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Which is one of the most important languages in the world.

Belajar bahasa baru tuh selalu menantang buat aku pribadi, apalagi ketika alphabet, penulisan, hingga susunan kalimat, cukup berbeda dengan our native language, tapi bukannya disitulah tantangannya? Mungkin akan lain ceritanya kalau aku belajar Bahasa Cina, Jepang atau Korea ya, secara penulisannya aja udah beda banget, jadi perjuangannya pasti lebih berat dan aku salut banget sama orang-orang yang pelajarin dan bisa ketiga bahasa tersebut.

Dulu sewaktu SMA aku pernah mendapatkan pelajaran bahasa Jerman. Sebenarnya saat itu kita bisa memilih, kalau kita memilih IPA, kita mendapatkan tambahan pelajaran bahasa Jerman, sedangkan kalau IPS, kita mendapatkan tambahan pelajaran bahasa Perancis. Nah, karena aku memilih jurusan IPA, jadilah aku sempat belajar bahasa Jerman juga di sekolah.

Tapi ya gitu deh, setelah kelulusan, gak pernah praktik ngomong lagi, semua kayak hilang begitu aja.

Sayang banget kan?

Disitulah aku merasa, ternyata memang hal-hal terpenting untuk belajar bahasa ya untuk terus melatih kemampuan kita terutama untuk banyak berbicara, menulis, membaca dan mendengarkan.

Semenjak aku pindah ke Perancis bulan Desember 2018 lalu, aku merasa agak sulit beradaptasi, in terms of bahasa. Hampir semua di public spaces, mereka hanya bisa ngomong bahasa Perancis, keluarga dan teman-teman suami juga begitu, ada beberapa dari mereka yang mengerti bahasa Inggris, tapi tidak terlalu lancar untuk berbicara. Kalau kamu ngomong bahasa Inggris, let say for example, di publik, kadang ada aja orang Perancis “resek” yang tiap ditanya, pasti jawabannya begini,

“En France, nous parlons français.”

Which means, di Perancis ya kita harus bisa bicara bahasa Perancis.

Disini untuk kerja pun, bahasa Perancis menjadi bahasa utama untuk dipertimbangkan, sementara bahasa Inggris, bahasa kedua. Sejak saat itu, aku pun akhirnya bertekad untuk belajar bahasa Perancis dengan serius!

So, sekarang aku mau share gimana caranya aku keep-up untuk praktik dan belajar bahasa Perancis selama beberapa bulan terakhir ini. Bagi beberapa orang mungkin caranya kurang lebih sama atau malah sangat berbeda, jadi ini tergantung kemampuan dan pemahaman masing-masing orang. Jadi, menurut ku pintar-pintarlah mencari cara belajar paling efektif buat kamu.

Bergabung dengan kelas bahasa vs otodidak?

Aku pernah belajar bahasa Perancis secara otodidak, les private hingga bergabung dengan sekolah bahasa Perancis (cours de langue) di salah satu Universitas di Rouen dan tempat kursus khusus bahasa Perancis yang bekerjasama dengan Pemerintah Perancis. Buat aku tentu ada perbedaannya, yang pertama jelas suasana dan tekniknya.

Kalau belajar sendiri waktunya kita bisa atur sendiri, tapi susunan harus pelajarin yang mana dulu kita gak tau baiknya gimana, belum lagi banyak gangguan ketika kita belajar di rumah sendiri. Oh iya satu lagi, aku merasa kita less practice to speak! Padahal, yang paling penting itu ya praktik bicaranya.

Belajar private dengan guru berbahasa Perancis, menurut aku juga oke, tapi ya interaksi kita terbatas dengan gurunya saja. Walaupun enaknya waktu belajar terfokus hanya ke kita aja dan gak malu-malu banget kalau salah-salah ngomong atau accent kita terdengar aneh.

Lain lagi kalau kita belajar di sekolah dan tempat kursus, interaksi berbicara lebih banyak, untuk listening juga lebih sering. Belajar sama native nya kita juga bisa tahu jelas accent dan lafal yang benar dalam pengucapan itu seperti apa. Walaupun percayalah, agak sulit untuk kita orang Indonesia melafalkan kata-kata dalam bahasa Perancis yang benar-benar beraksen seperti orang Perancis. Di tempat kursus yang aku sempat lakukan baik level A1 dan A2, kita disajikan begitu banyak soal-soal untuk latihan, baik memahami bacaan, soal, mendengar dan menulis. Kebanyakan dari sekolah ku itu adalah para imigran yang tinggal di Perancis, baik mereka pengungsi, pencari suaka, maupun memang imigrasi karena menikah dengan WN Perancis. Jadi, kita sama-sama belajar bahasa Perancis, gak ada yang salah dan benar, kita akan coba terus berbicara dan melatih pemahaman kita, juga nilai plusnya, belajar kebudayaan negara-negara lain.

Take notes dan belajar dari handmade flashcards

Berhubung aku tipe orang yang belajar dan mudah mengingat dengan mencatat, aku senang banget mencatat semuanya di buku sakti ku. Jadi, ketika bingung atau lupa apa yang dipelajarin, instead of Google melulu, aku langsung buka buku catatan. Dan aku paling suka baca buku catatan yang memang berwarna dan rapih penulisannya, jadi sebisa mungkin aku pasti menuliskannya dengan rapih, karena menurutku lebih mudah diingat aja ketika kita mencatat dengan rapih dan berwarna.

Selain itu, aku senang buat flashcards! Saat masih di level A1 aku suka banget buat flashcards yang isinya VERBES, contoh kalimat dalam PRESENT TENSE, vocabularies, conjugaisons, french expression dan sebagainya. Pokoknya aku buat yang memang bakalan sehari-hari kita ucapkan, kita dengar dan kita tuliskan (baik melalui SMS atau chatting dengan keluarga dan teman). Flashcards ini bisa kita buka dan baca kapanpun, mau di kendaraan umum, sebelum tidur, dan sebagainya.

My handmade flashcards

Kenapa gak download flashcards app aja sih, Kak?

Ya boleh juga, terserah kamu aja lebih mudah belajar dengan mekanisme yang seperti apa, kalau aku sejak dahulu, belajar dari hasil tulisan dan catatan tangan sendiri, udah paling benar dan efektif. Karena bantu aku memorizing dengan mudahnya juga.

Écouter de plus en plus! Listening more and more!

Semenjak tinggal di Perancis hampir 80% keseharian aku pasti mendengarkan, membaca kata-kata maupun kalimat berbahasa Perancis. Mulai dari beli pain aux amandes di boulangerie atau baker shop, di supermarket, kirim surat/kartu pos di kantor pos dan sebagainya. Se-mu-a-nya, otomatis aku belajar untuk memahami dan mencari tahu apa artinya.

Mendengar itu juga bagus banget untuk melatih dan belajar bahasa Perancis yang baik dan benar. Sejak tinggal disini dan harus mulai serius belajar bahasa Perancis, aku berusaha mencari podcast-podcast berbahasa Perancis atauuu… podcast yang memang khusus untuk belajar berbahasa Perancis. Kebetulan memang dari dulu hobi dengerin radio, jadi aku mulai juga belajar untuk mendengarkan podcast yang berbahasa Perancis. Di bawah ini rekomendasi podcast yang bisa kalian dengarkan untuk belajar bahasa Perancis: Coffee Break French, Oui Podcast France, Learn French by Podcast, Intermediate French Podcast (Inner French) dan sebagainya. Favorit aku yaitu, Coffee Break French danIntermediate French Podcast (Inner French).

Bedanya? Kalo Coffee Break French, selain ada terjemahan bahasa Inggrisnya, ada beberapa tematik berdasarkan level bahasa Perancis kita. Jadi kita juga dikasih tahu cara ngomong dan pelafalannya. KalauIntermediate French Podcast (Inner French), ada berbagai tematik isu yang dibahas dan seluruh pembahasannya berbahasa Perancis (no translation!), tetapi speaker-nya bercerita dengan aksen yang sangat mudah didengar, pelafalan yang baik dan benar, juga tentunya yang paling penting, bercerita dengan perlahan-lahan. Tau sendiri dong, kalau orang Perancis ngomong cepetnya kayak apa? Sama sih sebenernya kalau kita ngobrol sama temen dengan bahasa Indonesia.

Jadi, kalau mau lebih peka dan mengerti ketika French native speaker berbicara, harus banyak-banyak denger yang all version with bahasa Perancis, supaya telinga kita terlatih untuk mendengarkan bahasa tersebut.

Selain podcast, bisa juga belajar melalui lagu! Kalau kita bisa dengar musik berbahasa Korea, yang padahal kita gak tahu artinya aja kita bisa, kenapa gak mencoba bahasa Perancis? Begitu yang ada di otakku beberapa waktu lalu. Awalnya, super aneh banget, somehow genre musiknya pun juga berbeda sama yang biasa aku dengerin atau mungkin karena memang gak biasa aja kali ya? Walaupun sampai saat ini aku belum mudeng banget dengan lagu-lagu ngetrend di Perancis (kalau bukan karena suamiku).

Setelah aku naik level A2 (dan September besok, aku akan lanjut B1) aku menyadari banget bahwa aku sangat kurang di listening dan speaking. Bukannya tidak bisa bicara, bahkan menurut profesor aku di sekolah, bahasa Perancis ku benar-benar berprogres sangat cepat dibanding teman-teman lainnya. Tetapi, masih sedikit vocabularies dan verbes yang aku ingat dan dari awal aku selalu takut salah bicara.

Padahal yang paling penting dari belajar bahasa kan memang harus berani berbicara, salah mah hal yang wajar namanya juga belajar?

Pilih film atau serial Perancis ber-subtitle atau bilingual

Semenjak tinggal disini, aku suka bingung mau nonton di bioskop, pertama karena memang mahal banget if we compare dengan harga tiket bioskop di Jakarta, kedua karena rata-rata hampir semua bioskop disini film-nya udah pada di dubbing ganti bahasa Perancis. Kalau gak di dubbing bahasa Perancis, terjemahannya bahasa Perancis. Nah, kalau terjemahannya bahasa Perancis tapi filmnya original version with English, aku masih gak apa-apa banget, at least aku bisa tau bahasa Perancisnya itu apa.

Alhasil, harus pilih-pilih film apa yang benar-benar harus ditonton di bioskop.

Sejauh ini, aku baru nonton beberapa film Perancis, kalau kata profesorku, banyak film serial Perancis yang bagus-bagus dan sayang untuk dilewatkan, tapi aku lagi mengurangi nonton serial (apapun itu, soalnya kalo aku nonton film serial Korea, paling susah berhenti, siapa yang setuju? Acung!). Selain karena takes more time, takut nanti ketagihan. Soalnya aku kalau nonton serial, suka penasaran pengen cepat-cepat nonton sampai habis dan seringkali malah menghabiskan waktu ku di apartemen. Jadi, malah gak produktif, cuma nonton aja.

Tetapi, kadang aku suka iseng, kalau nonton film berbahasa Inggris, instead of aku cari subtitle bahasa Indonesia, aku cari yang subtitle-nya bahasa Perancis (gak apa-apalah ya? Namanya juga mencoba…)

But I believe that learning new language from movies is the easiest way to enhance your vocabulary, improve your understanding of the language and their culture also.

Baca koran, majalah atau berita bahasa Perancis via online

Aku senang banget tinggal di Perancis, salah satunya mereka banyak banget publikasi baik itu koran, majalah, maupun buku tour guidance yang GRATIS! Biasanya sering tersedia di hampir setiap jalan besar di kota ku maupun tourism center office. Dari situ biasanya aku belajar membaca dan memahami bahasa Perancis. Kalau waktunya lagi banyak dan lagi rajin, aku bahkan sampai corat-coret koran atau majalah tersebut.

Selain itu, penting juga mengandalkan berita portal online yang ada di internet. Beberapa portal berita yang sering aku ikuti dalam berbahasa Perancis yaitu; Le Parisien, Le Monde, 20 Minutes, Mon Quotidien dan lainnya. So far, yang aku ikuti media sosialnya ya, Le Parisien. Bahasanya somehow dapat aku mengerti dibanding Le Monde yang lebih advanced. Sedangkan, kalau di Rouen, kota ku, aku lebih sering baca Côté Rouen dan Tendance Ouest.

Selain mudah dimenegerti, banyak update events di kota ku dan berita yang terjadi di sekitar Rouen dan departemen Seine Maritime.

Tandem partner untuk conversation

Beruntunglah aku bisa berlatih bahasa Perancis setiap hari dengan suami! Jadi, buat teman-teman yang menikah dengan WN Perancis, harus dimanfaatkan kesempatan untuk belajar bahasa Perancis. Aku kadang belajar dengan suami dan memintanya untuk mengoreksi PR aku di sekolah. Selain itu, praktik untuk belajar berbicara. Selain itu, kalau kamu bergabung di sekolah atau tempat kursus, kesempatan kamu berbicara dengan native atau French speakers juga lebih banyak. Karena sama-sama belajar, jadi gak usah takut salah atau lupa mau ngomong apa, namanya juga belajar.

Sebenarnya beberapa cara belajar bahasa yang ku sebutkan diatas bisa diaplikasikan kepada siapa pun yang sedang belajar bahasa, selain bahasa Perancis.

Kuncinya, harus sering-sering latihan ngomong, menulis, membaca dan mendengar.

So, tetap semangat ya!

First Video Collaboration with Narasi.TV

Since I moved and living together with my husband here in Rouen, France, I always missed Indonesian food. And so do him. He fell in love with Indonesian food since the first time he tried Indonesian Nasi Goreng.

Then he told me, there is an Indonesian food truck that sells nearby his University which caught our eyes and our stomach, of course. Therefore, we would like to introduce you to the Indonesian Food Truck which is very famous here in our city!

Here we present you our friend who sells Indonesian food in Rouen, France.

LE JAVA BALI!

Thank you, Narasi TV team!

Living in Rouen #1 : Jadi Stay-Home-Wife, bisa ngapain aja?

Ternyata sudah hampir 3 bulan sejak aku pindah ke Rouen, Perancis. Masih beradaptasi banget sih, sama lingkungan baru, bahasa baru, teman-teman baru, termasuk cuaca juga. Walaupun ini kedua kalinya aku merantau ke negeri orang, tetapi kali ini gak ngerasa kesepian banget, soalnya ada suami yang menemani.

Kalau dulu kan masih single, cieee…

Awalnya sempat berpikir, ternyata begini ya memulai hidup yang benar-benar baru di negara yang baru juga. Aku yang biasanya manja banget di Jakarta, makan tinggal makan, belanja ada yang nemenin, mau beli makanan tinggal beli di depan komplek rumah, mau bakso tinggal panggil abang-abang yang lewat, males keluar naik bis tinggal pesen ojek online, mau pesen makanan tapi jauh tinggal pake ojek online, disini semuanya berubah 180 derajat.

Sekarang tiap mau makan, udah harus mikirin dari seminggu sebelumnya, minggu depan mau masak apa aja ya kira-kira? Suami suka makanan apa ya? Besok mau coba resep baru apalagi ya? Belum lagi kalau tiba-tiba ngidam sama masakan Indonesia, yang belum pernah dibuat sebelumnya. Otomatis langsung Googling atau gak, tinggal andelin Youtube deh!

Walaupun sebenarnya suami udah mandiri dan lebih jago masak (khususnya baking sih) daripada aku, karena dia udah jauh lebih lama hidup mandiri daripada aku sendiri. Dan, aku benar-benar bersyukur untuk hal satu itu. Jadi, sering juga kita gonta-gantian masak atau kadang aku yang masak menu utama, suami yang baking kue untuk pencuci mulut setelah makan.

Disitu aku tersadar, kehidupan rumah tangga itu memang SEHARUSNYA seimbang.

Walaupun suami sibuk dengan pekerjaan dan studinya dari pagi hingga sore hari, tapi dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai suami. Dia gak gengsi untuk turut bebenah di apartemen dan bantu untuk mencuci piring kotor, masak, juga sebagainya.

Okay, next.

Selain itu, aku yang sejak tahun 2011 sudah kerja dan berpenghasilan sendiri, merasa lebih aneh ketika harus tinggal di apartemen aja tanpa melakukan rutinitas kerja seperti biasanya. Ya, walaupun kegiatan blogging ini ku anggap sebagai pekerjaan sih, walaupun memang belum menghasilkan uang. Dari dulu, memang aku senang menulis dan mempelajari hal-hal baru, tapi emang anaknya juga gampang bosenan.

Sorry, I am a truly geminian. No wonder dong ya.

Semenjak tinggal disini banyak juga yang tanya kayak…

Gimana tinggal disana? Enak gak? Terus kegiatannya ngapain aja sekarang? Gimana bahasa Perancis-nya? Kapan program punya anak? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Kadang, aku jawab sekenanya aja.

Beberapa teman dekat dan keluarga ku pasti udah tau banget, kalau tinggal di Perancis adalah salah satu mimpi aku dari kecil. Jadi, kalau ditanya enak gak tinggal di Perancis? Pasti aku akan jawab alhamdulillah enak dan nyaman. Udara dan ambience disini benar-benar bikin aku lebih produktif dibanding saat di Jakarta. Di Jakarta, mungkin kita seringkali mengeluh perkara polusi udara, suhu yang panas dan lembab, macet, banjir dan sebagainya.

Alhamdulillah semenjak disini, keluhan yang biasa aku lontarkan sewaktu di Jakarta hilang mendadak, karena disini aku bersyukur banget udaranya lebih fresh, jauh dari polusi udara, suhunya cukup dingin sih untuk orang tropis macam aku ini, disini masih macet sih kadang, tapi kita bisa dengan mudahnya jalan kaki walaupun agak jauh lokasinya, karena trotoar dan pengendara mobil maupun motor disini sangat tertib! Ada trotoar khusus untuk pejalan kaki juga untuk pengguna sepeda. Disini menjadi pejalan kaki memiliki privilege khusus, kenapa? Karena kalau kita jalan kaki dan menyeberangi zebra cross, khususnya yang gak ada traffic light untuk pejalan kaki, mau sekencang apapun kendaraan, mereka akan berhenti dan wajib mendahului pejalan kaki untuk menyeberang. Mereka akan benar-benar menunggu sampai kita selama di trotoar, baru mereka akan melanjutkan perjalanan. Segitu high respect nya sama pedestrian!

Terus kegiatannya apa aja di Perancis?

Disini aku melanjutkan sekolah bahasa Perancis di salah satu pusat bahasa di Universitas di kota ini. Satu kampus sih sama suami, jadi enaknya suka pulang bareng, walaupun aku kelasnya sore sampai malam. Bahasa Perancis itu emang selalu jadi bahasa ketiga yang pengen banget aku pelajarin dari jaman SMP or SMA. Jadi, ketika mempelajari bahasa Perancis sekarang lebih jadi kewajiban dan prioritas utama, rasanya seneeeng banget! Walaupun aku akui, bahasa Perancis itu susah banget, mungkin tetap lebih sulit mempelajari bahasa China, tapi buat aku ini aja sudah menguras pikiran banget, hehe.

Kenapa menjadi prioritas? Soalnya disini kalau mau survive tinggal dan hidup di Perancis, harus bisa bahasa Perancis, minimal bahasa atau kata-kata yang sifatnya sehari-hari. Makanya syarat untuk kerja dan kuliah itu, kalau gak salah, minimum A2 hingga B2.

Next…

Tentunya, standard pekerjaan rumah tangga kayak masak, bersihin apartemen, cuci baju dan sebagainya. Dulu aku selalu beranggapan remeh banget dengan semua pekerjaan tersebut, tapi begitu semua harus aku kerjakan sendiri, jadi baru tau kalau pekerjaan ini juga penting dan mungkin gak semudah itu bagi beberapa orang. Aku merasa aku jadi lebih disiplin, lebih menjaga kebersihan, sangat memerhatikan hal-hal yang buat diri sendiri dan suami merasa nyaman untuk tinggal di apartemen.

Selain itu, aku punya waktu yang lebih banyak untuk baca buku-buku favorit plus merasa lebih bisa mengeksplor kemampuan lain dari diri aku sendiri.

Hah maksudnya?

Iya jadi bisa banyak belajar hal-hal lain yang dari dulu pengen banget aku pelajarin tapi selalu gak ada waktunya.

Cliché banget kan alasannya?

Aku juga bisa belajar masak ini itu lebih banyak disini, bahkan masak-masakan yang belum pernah dimasak sebelumnya sewaktu masih tinggal di Jakarta. Buat yang penasaran aku udah masak apa aja, bisa diintip di highlight Instagram stories aku disini (boleh banget sekalian di follow Instagram-nya hehe). Untungnya suami rela jadi kelinci percobaan dari setiap makanan yang ku masak, hihi!

Terus aku jadi bisa editing video untuk vlog iseng-iseng yang aku dan suami buat! Masih basic banget juga sih, buat yang mau nonton bisa di subscribe dulu di Youtube channel aku, hehe.

Selain itu, jadi merasa lebih produktif nulis untuk blog juga. Soalnya jadi banyak pengalaman baru yang dirasain selama tinggal disini, jadi pengen berbagi pengalaman juga.

Oh iya, terus sekarang juga lagi coba-coba belajar handlettering. Nah, ini salah satu hal yang pengen banget aku pelajarin dari beberapa tahun lalu. Aku udah sedikit-sedikit beli stationeries kit untuk handlettering. Pengennya sih merambah dunia bullet journal juga, soalnya aku follow banyak banget bullet journal Instagram profile yang hasilnya tuh lucu-lucu dan keren-keren banget, selain itu mereka juga bisa banget menjadikan hobi tersebut sebagai pekerjaan mereka. Dulu waktu di Jakarta, sempet nyobain, tapi kayak ya udah hilang-timbul aja!

baby steps

Jadi, sekarang mau mulai belajar handlettering dulu aja, sebelum serius bullet journaling. Doakan yaaa gengs!

Tapi aku yakin banget masing-masing dari kita tuh sebenarnya ada bakat tersendiri, bahkan memiliki semacam hidden talent yang baru kelihatan ketika kita benar-benar melakukannya dengan serius dan sungguh-sungguh. Salah satu cara mengetahuinya, ya dengan mengeksplor kemampuan diri sendiri lebih banyak aja, banyak mendengar apa yang hati dan pikiran kamu mau dan merasa nyaman untuk melakukan itu.

So, menurut aku untuk menjadi stay-home-wife or stay-home-mom juga sebenarnya bukan pekerjaan yang santai-santai aja di rumah sambil nonton drama, tapi ada tanggung jawab dan pekerjaan lainnya yang dimana, untuk melakukan semua hal tersebut dalam satu waktu, juga belum tentu bisa dilakukan oleh orang lain. Jadi, jangan pernah mendeskriditkan orang-orang, khususnya perempuan, yang memilih untuk fokus merawat keluarga di rumah, begitu juga dengan perempuan yang memilih bekerja 9-to-5 sekaligus merawat anak dan keluarganya.

Sebagai penutup, sekali lagi aku ucapkan selamat hari perempuan sedunia untuk perempuan-perempuan hebat diluar sana! Kalian semua hebat, tangguh dan berhak menerima pendidikan dan pekerjaan yang layak sama seperti orang-orang lainnya.

So, tetap semangat!