Living in Rouen #1 : Jadi Stay-Home-Wife, bisa ngapain aja?

Ternyata sudah hampir 3 bulan sejak aku pindah ke Rouen, Perancis. Masih beradaptasi banget sih, sama lingkungan baru, bahasa baru, teman-teman baru, termasuk cuaca juga. Walaupun ini kedua kalinya aku merantau ke negeri orang, tetapi kali ini gak ngerasa kesepian banget, soalnya ada suami yang menemani.

Kalau dulu kan masih single, cieee…

Awalnya sempat berpikir, ternyata begini ya memulai hidup yang benar-benar baru di negara yang baru juga. Aku yang biasanya manja banget di Jakarta, makan tinggal makan, belanja ada yang nemenin, mau beli makanan tinggal beli di depan komplek rumah, mau bakso tinggal panggil abang-abang yang lewat, males keluar naik bis tinggal pesen ojek online, mau pesen makanan tapi jauh tinggal pake ojek online, disini semuanya berubah 180 derajat.

Sekarang tiap mau makan, udah harus mikirin dari seminggu sebelumnya, minggu depan mau masak apa aja ya kira-kira? Suami suka makanan apa ya? Besok mau coba resep baru apalagi ya? Belum lagi kalau tiba-tiba ngidam sama masakan Indonesia, yang belum pernah dibuat sebelumnya. Otomatis langsung Googling atau gak, tinggal andelin Youtube deh!

Walaupun sebenarnya suami udah mandiri dan lebih jago masak (khususnya baking sih) daripada aku, karena dia udah jauh lebih lama hidup mandiri daripada aku sendiri. Dan, aku benar-benar bersyukur untuk hal satu itu. Jadi, sering juga kita gonta-gantian masak atau kadang aku yang masak menu utama, suami yang baking kue untuk pencuci mulut setelah makan.

Disitu aku tersadar, kehidupan rumah tangga itu memang SEHARUSNYA seimbang.

Walaupun suami sibuk dengan pekerjaan dan studinya dari pagi hingga sore hari, tapi dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai suami. Dia gak gengsi untuk turut bebenah di apartemen dan bantu untuk mencuci piring kotor, masak, juga sebagainya.

Okay, next.

Selain itu, aku yang sejak tahun 2011 sudah kerja dan berpenghasilan sendiri, merasa lebih aneh ketika harus tinggal di apartemen aja tanpa melakukan rutinitas kerja seperti biasanya. Ya, walaupun kegiatan blogging ini ku anggap sebagai pekerjaan sih, walaupun memang belum menghasilkan uang. Dari dulu, memang aku senang menulis dan mempelajari hal-hal baru, tapi emang anaknya juga gampang bosenan.

Sorry, I am a truly geminian. No wonder dong ya.

Semenjak tinggal disini banyak juga yang tanya kayak…

Gimana tinggal disana? Enak gak? Terus kegiatannya ngapain aja sekarang? Gimana bahasa Perancis-nya? Kapan program punya anak? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Kadang, aku jawab sekenanya aja.

Beberapa teman dekat dan keluarga ku pasti udah tau banget, kalau tinggal di Perancis adalah salah satu mimpi aku dari kecil. Jadi, kalau ditanya enak gak tinggal di Perancis? Pasti aku akan jawab alhamdulillah enak dan nyaman. Udara dan ambience disini benar-benar bikin aku lebih produktif dibanding saat di Jakarta. Di Jakarta, mungkin kita seringkali mengeluh perkara polusi udara, suhu yang panas dan lembab, macet, banjir dan sebagainya.

Alhamdulillah semenjak disini, keluhan yang biasa aku lontarkan sewaktu di Jakarta hilang mendadak, karena disini aku bersyukur banget udaranya lebih fresh, jauh dari polusi udara, suhunya cukup dingin sih untuk orang tropis macam aku ini, disini masih macet sih kadang, tapi kita bisa dengan mudahnya jalan kaki walaupun agak jauh lokasinya, karena trotoar dan pengendara mobil maupun motor disini sangat tertib! Ada trotoar khusus untuk pejalan kaki juga untuk pengguna sepeda. Disini menjadi pejalan kaki memiliki privilege khusus, kenapa? Karena kalau kita jalan kaki dan menyeberangi zebra cross, khususnya yang gak ada traffic light untuk pejalan kaki, mau sekencang apapun kendaraan, mereka akan berhenti dan wajib mendahului pejalan kaki untuk menyeberang. Mereka akan benar-benar menunggu sampai kita selama di trotoar, baru mereka akan melanjutkan perjalanan. Segitu high respect nya sama pedestrian!

Terus kegiatannya apa aja di Perancis?

Disini aku melanjutkan sekolah bahasa Perancis di salah satu pusat bahasa di Universitas di kota ini. Satu kampus sih sama suami, jadi enaknya suka pulang bareng, walaupun aku kelasnya sore sampai malam. Bahasa Perancis itu emang selalu jadi bahasa ketiga yang pengen banget aku pelajarin dari jaman SMP or SMA. Jadi, ketika mempelajari bahasa Perancis sekarang lebih jadi kewajiban dan prioritas utama, rasanya seneeeng banget! Walaupun aku akui, bahasa Perancis itu susah banget, mungkin tetap lebih sulit mempelajari bahasa China, tapi buat aku ini aja sudah menguras pikiran banget, hehe.

Kenapa menjadi prioritas? Soalnya disini kalau mau survive tinggal dan hidup di Perancis, harus bisa bahasa Perancis, minimal bahasa atau kata-kata yang sifatnya sehari-hari. Makanya syarat untuk kerja dan kuliah itu, kalau gak salah, minimum A2 hingga B2.

Next…

Tentunya, standard pekerjaan rumah tangga kayak masak, bersihin apartemen, cuci baju dan sebagainya. Dulu aku selalu beranggapan remeh banget dengan semua pekerjaan tersebut, tapi begitu semua harus aku kerjakan sendiri, jadi baru tau kalau pekerjaan ini juga penting dan mungkin gak semudah itu bagi beberapa orang. Aku merasa aku jadi lebih disiplin, lebih menjaga kebersihan, sangat memerhatikan hal-hal yang buat diri sendiri dan suami merasa nyaman untuk tinggal di apartemen.

Selain itu, aku punya waktu yang lebih banyak untuk baca buku-buku favorit plus merasa lebih bisa mengeksplor kemampuan lain dari diri aku sendiri.

Hah maksudnya?

Iya jadi bisa banyak belajar hal-hal lain yang dari dulu pengen banget aku pelajarin tapi selalu gak ada waktunya.

Cliché banget kan alasannya?

Aku juga bisa belajar masak ini itu lebih banyak disini, bahkan masak-masakan yang belum pernah dimasak sebelumnya sewaktu masih tinggal di Jakarta. Buat yang penasaran aku udah masak apa aja, bisa diintip di highlight Instagram stories aku disini (boleh banget sekalian di follow Instagram-nya hehe). Untungnya suami rela jadi kelinci percobaan dari setiap makanan yang ku masak, hihi!

Terus aku jadi bisa editing video untuk vlog iseng-iseng yang aku dan suami buat! Masih basic banget juga sih, buat yang mau nonton bisa di subscribe dulu di Youtube channel aku, hehe.

Selain itu, jadi merasa lebih produktif nulis untuk blog juga. Soalnya jadi banyak pengalaman baru yang dirasain selama tinggal disini, jadi pengen berbagi pengalaman juga.

Oh iya, terus sekarang juga lagi coba-coba belajar handlettering. Nah, ini salah satu hal yang pengen banget aku pelajarin dari beberapa tahun lalu. Aku udah sedikit-sedikit beli stationeries kit untuk handlettering. Pengennya sih merambah dunia bullet journal juga, soalnya aku follow banyak banget bullet journal Instagram profile yang hasilnya tuh lucu-lucu dan keren-keren banget, selain itu mereka juga bisa banget menjadikan hobi tersebut sebagai pekerjaan mereka. Dulu waktu di Jakarta, sempet nyobain, tapi kayak ya udah hilang-timbul aja!

baby steps

Jadi, sekarang mau mulai belajar handlettering dulu aja, sebelum serius bullet journaling. Doakan yaaa gengs!

Tapi aku yakin banget masing-masing dari kita tuh sebenarnya ada bakat tersendiri, bahkan memiliki semacam hidden talent yang baru kelihatan ketika kita benar-benar melakukannya dengan serius dan sungguh-sungguh. Salah satu cara mengetahuinya, ya dengan mengeksplor kemampuan diri sendiri lebih banyak aja, banyak mendengar apa yang hati dan pikiran kamu mau dan merasa nyaman untuk melakukan itu.

So, menurut aku untuk menjadi stay-home-wife or stay-home-mom juga sebenarnya bukan pekerjaan yang santai-santai aja di rumah sambil nonton drama, tapi ada tanggung jawab dan pekerjaan lainnya yang dimana, untuk melakukan semua hal tersebut dalam satu waktu, juga belum tentu bisa dilakukan oleh orang lain. Jadi, jangan pernah mendeskriditkan orang-orang, khususnya perempuan, yang memilih untuk fokus merawat keluarga di rumah, begitu juga dengan perempuan yang memilih bekerja 9-to-5 sekaligus merawat anak dan keluarganya.

Sebagai penutup, sekali lagi aku ucapkan selamat hari perempuan sedunia untuk perempuan-perempuan hebat diluar sana! Kalian semua hebat, tangguh dan berhak menerima pendidikan dan pekerjaan yang layak sama seperti orang-orang lainnya.

So, tetap semangat!