Honeymoon Series #6 : Nge-Hitz di ‘Cafe In Hit Coffee Shop’, Labuan Bajo

Finally, here is another recommended place for you to hang out in Labuan Bajo, Flores!

Jadi, hari terakhir di Labuan Bajo, setelah 3 hari 2 malam living on board, kita (khususnya saya) pengennya cuma mau leha-leha aja deh! Jadilah, akhirnya ngopi adalah our top priority untuk berleha-leha di Labuan Bajo. Selain karena, sepengen itu minum kopi asli Flores, sejujurnya di otak saya waktu itu bawaannya pengen nulis dan nulis melulu. Karena banyaaak yang mau dibagi setelah liburan ke Yogyakarta dan Labuan Bajo bersama (ehem!) suami tercinta.

“I just really need an iced cappuccino and maybe bit writing on my laptop!” that was exactly my answer, when he asked what do you want to do today.

Emang ya, dasar orang INFJ, emang cuma paling bisa curhat lewat tulisan-tulisan. Siapa yang setuju?

Acung!!!

Untungnya suami juga sama-sama INFJ, walaupun dia sebenarnya lebih ke tipe more into adventures sih, jadi ya dia setuju aja kalau hari itu kita akan ngopi-ngopi di kafe tok!

Setelah Googling coffee shop atau tempat nongkrong apa yang cozy dan kopinya enak, juga lokasinya tidak terlalu jauh dari hotel. Akhirnya, jatuhlah pada pilihan ngopi di Cafe In Hit Coffee Shop. Tempatnya emang enak banget, cocok sih buat yang emang mau ngopi sekaligus hangout atau hanya sembari ‘kerja’ di depan laptop. Dekorasinya lebih menggunakan semen concrete dan industrial, which is emang kekinian dan sesuai namanya, hitz banget! (gimana gaes bahasanya udah anak Selatan banget belum?! Hahaha)

P1080589_edited
Barista-nya ramah-ramah & bersedia sharing cerita soal kopi

Oh iya, kalau kalian beruntung, kalian juga bisa nemuin buku bacaan favorit kalian di kafe ini. Lihat aja koleksi buku disini, lumayan banyak kan? Mereka sengaja menyediakan buku-buku untuk bacaan para pengunjungnya, yang sengaja dikumpulkan dari hasil sumbangan para turis yang datang di kafe maupun yang memang gak sengaja ketinggalan di kafe.

P1080592_edited
Koleksi buku-bukunya yang juga membuat dekorasinya menjadi lebih artsy. Mereka juga jual kopi asli Flores dan sekitarnya loh, baik yang sudah berbentuk powder maupun masih biji kopi
P1080593_edited
Suami yang setia banget nungguin nulis sambil baca buku kesukaannya yang dia temukan di display. Laaavv ❤
P1080594_edited
Area toilet tepat di atas tangga. The quotes pun ❤

Untuk soal minuman, variasi menu yang ditawarkan juga lumayan banyak, mulai dari black coffee hingga beragam pilihan minuman frappe. Selain minuman, mereka juga menjual light meal seperti; sandwich, banana cake, muesli, salad, dan sebagainya. Waktu itu saya dan suami sempat mencoba Ice Cappucinno, Ice Coffee Machiato, dan Ice Green Tea Frappe!

Ice cappucinno nya aja udah bedaaaa banget rasanya sama cappucinno yang biasa kita minum di Starbucks ataupun di coffee shop lain di Jakarta. Rasa kopinya…. DUH! Sampe gak bisa berkata-kata lagi deh.. pas ditanya, ternyata kopi yang dipakai kopi Flores dan Manggarai.

Untuk harga sih, relatif sama ya dengan harga kopi-kopi di Jakarta, sekitar 30.000-an keatas, tapi soal kualitas kopi? Gak diragukan lagi deh. No perez ya, ini honest review…

Kalau soal suasana, asik dan lagu-lagunya juga top 40s punya. Untuk area kafe terbagi 2, ada yang indoor area juga outdoor, sayangnya gak terlalu banyak kursi yang disediakan di dalam, karena lokasi baristanya aja udah lumayan memakan tempat. Walaupun tidak terlalu besar, sebenarnya lumayan banget untuk nongkrong sama teman, keluarga atau pasangan yang emang cuma mau sekadar ngopi sambil chit-chat!

P1080597_edited
All you need is love and a good cup of coffee, indeed.
P1080591_edited
Notes dan testimony yang dituliskan oleh pengunjung
P1080595_edited
We are in a paradise, wifi is just a bonus

Jadilah, kita lumayan lama banget stay disana, bahkan sampai hampir sunset! Suami saya asik tenggelam dengan buku yang dia temukan di kafe tersebut, saya juga udah asik sendiri dengan laptop. Dari awalnya kita duduk-duduk di dalam, karena ber-AC dan lumayan untuk ngadem dari panasnya matahari di Labuan Bajo, sampai akhirnya sore-sore kita pindah keluar sekalian cari angin dan ganti suasana.

Oh ya, lokasinya pun berada tepat di sebelah Le Pirate Hotel dan Restaurant yang sudah sempat saya review juga.

P1080598_edited

P1080599_edited

Baca juga: Honeymoon Series #2: Le Pirate Restaurant, Labuan Bajo, Flores – Indonesia (Review)

Address: Jl. Soekarno Hatta, Labuan Bajo, Flores 86554 

Opening Hours: 6.30 AM – 10.00 PM

Estimated price: 20.000 – 70.000 IDR

Ngopi Bareng Keluarga di #PasarKopiCipete

Cipete itu salah satu daerah di bilangan Jakarta Selatan yang kini cukup hype dengan berbagai kedai kopi dan kafe yang terkenal, baik karena kopinya yang ciamik rasanya, maupun tempatnya yang Instagrammable. Salah satunya pasti udah gak asing lagi, yaitu Twin House. Tempatnya yang homey dan makan juga minuman yang enak-enak banget, tempat ini jadi salah satu tempat favorit saya dan keluarga kira-kira sejak akhir tahun 2016 atau awal tahun 2017 lalu.

Sebagai orang yang tinggal sejengkalan dari daerah Cipete, Cilandak dan sekitarnya, saya merasa bersyukur sih, soalnya saya dan beberapa anggota keluarga adalah pecinta kopi! Jadi, begitu tau dari Instagram ada acara Pasar Kopi Cipete di Twin House, kita udah janjian dari jauh-jauh hari.

Next saya akan coba review soal tempat, makan dan minuman yang disajikan di Twin House, tapi sekarang, udah gak sabar banget buat cerita Minggu santai yang saya habiskan bersama keluarga dengan ngopi bareng di #PasarKopiCipete.

Jadi, kalau gak salah sekitar akhir Februari atau awal Maret, acara ini sudah disosialisasikan di Instagram. Kebetulan karena saya follow IG nya Twin House, jadi tahu deh soal informasi acara ini. Ide awalnya untuk menggabungkan seluruh kedai kopi yang ada di daerah Cipete, mungkin juga membangun suatu ‘persaingan’ sehat antara kedai kopi kali ya (sotoy!). Tapi apapun idenya, menurut saya dan keluarga saya ini ide yang keren banget! Jujur selama ini beberapa kedai kopi yang menjadi langganan saya memang adanya di Cipete, jujur aja saya beberapa kali memesan Kopi Tuku, Animo,  Dua coffee dan yang gak pernah absen setiap mampir di Twin House adalah cappuccino-nya.

Iya, sebegitu cintanya sama apapun yang berbau kopi!

Kami sengaja mau dateng kesini pagi hari, selain mungkin masih belum terlalu ramai kita pun masih dapat tempat di salah satu tikar pikniknya yang ada di halaman, jadi jam 8 pagi keluarga udah mulai kumpul di rumah deh! Karena dari iklan yang ada di Instagram udah diingatkan sebaiknya menggunakan taksi online, jadilah kita booked taksi online untuk menuju ke Twin House. Untung bangeeet jarak dari rumah kurang lebih 4 km!

 

IMG_20180325_092721
Suasana pagi yang masih rapih, tidak terlalu ramai, teduh dan lumayan adem untuk bersantai

 

Tepat jam 9.30 pagi, kami tiba di acara #PasarKopiCipete. Saya dan keluarga baru sadar kalau ternyata ada sekitar 40 kedai kopi yang hanya ada di daerah Cipete! Dang! Agak kaget pas baca spanduknya. Dan gak menyangka juga kalau daerah Cipete sekarang ini jadi berkembang banget, dulu biasanya kalo soal kedai kopi, kafe maupun restoran daerah yang pasti dikenal diantaranya, Kemang dan Senopati.

 

img_20180325_095854.jpg
Spot Kompetisi Meracik Kopi

 

Dari sekitar 40 kedai kopi, sayangnya hanya ada sekitar 20an kedai yang menjadi tenants di acara #PasarKopiCipete. Setelah hunting dan mencoba beberapa kopi, Tuku masih jadi favorit sih! Harusnya sama Animo Bread Culture juga, tapi sayang gak ada booth nya, hiks 😥

 

img_20180325_094328.jpg
Si baby yang langsung tepar setibanya di bean bag Twin House dan saya yang gak lupa dengan Kopi Tuku nya

 

Bagi yang gak bisa atau gak biasa minum kopi, jangan sedih. Ada beberapa tenants yang menjual gelato es krim, ice cream sandwich, Thai tea, beers dan soft drink lainnya. Ibu saya karena bukan penggemar kopi jadilah beli Thai Tea. Kakak saya karena pecinta es krim dan suka banget mencoba hal-hal atau rasa baru, dia sempat beli salmon ice cream sandwich. Salmon nya sendiri salah satu brand yang lumayan terbaru, milik salah satu artis ibu kota, Hesti Purwadinata, namaya Lox Smoked Salmon. Iya, es krim yang rasanya savoury dengan irisan salmon di mixed di dalam es krim nya. Rasanya? Ya salmon dingin aja sih. Untuk beberapa orang mungkin akan ngerasa aneh sama rasanya, karena gak biasa.

Jangan dikira di #PasarKopiCipete cuma bisa ngopi-ngopi aja, tapi ada talkshow, kompetisi meracik kopi, akustikan dan sebagainya. Nah, berhubung kita udah dari pagi da semakin siang sudah semakin ramai dan panas, karena kami juga bawa 1 bayi dan 1 balita, jadilah kami kembali ke rumah sekitar jam makan siang.

Ada untungnya sih kita datang pagi, ternyata sekitar jam 3 atau 4 sore, hujan besar pun mengguyur daerah Jakarta Selatan sekitarnya! Mudah-mudahan acara #PasarKopiCipete tetap berjalan lancar dan seru ya walaupun hujan menghadang.

Tapi kami semua senang banget sih, ada acara khusus pecinta kopi seperti ini, semoga aja ini jadi acara rutin tahunan dan semoga tahun depan tenants nya juga semakin banyak dan bervariasi.

Nah, kalo kamu gimana weekend nya hari ini? Semoga hepi juga ya menghabiskan waktu bersama keluarga 🙂

Love, Astrid.