Berkunjung ke Istana Beauty & the Beast, Château de Chambord di Perancis

Liburan akhir tahun lalu, akhirnya kami memutuskan untuk ke salah satu istana yang letaknya tidak jauh dari kota Orléans, dimana mertua saya tinggal, yaitu Istana Chambord atau Château de Chambord. Paling suka kalau jalan-jalan di Eropa itu, mampir ke istana-istana, biar serasa kayak ada di film-film Disney Princess gitu.

Bagi yang belum tau, sebenarnya banyak istana di Perancis yang beberapa diantaranya dijadikan latar belakang untuk film-film kerajaan, bahkan hingga film animasi. Mungkin salah satunya yang tidak cukup banyak diketahui orang-orang adalah Istana Chambord ini. Awalnya, saya juga gak tau kalau istana ini dijadikan latar belakang film Beauty and the Beast, tapi memang saat berada disana, feel-nya beda banget, serasa balik ke masa itu.

Foto istana diambil dari pintu masuk

Istana ini merupakan istana terbesar yang terletak di lembah Loire, Perancis, dan sangat terkenal di seluruh dunia akan keindahan dan kemegahan arsitektur bergaya Renaissance Perancis yang sangat khas. Arsitektur istana ini memadukan bentuk abad pertengahan tradisional Perancis dengan struktur Renaissance klasik. Awalnya, istana ini dibangun hanya sebagai pondok atau destinasi liburan bagi Raja Francis I dan ketika ia ingin menyalurkan hobi berburunya.

Salah satu desain arsitekturnya yang paling terkenal di istana ini adalah dengan adanya tangga spiral terbuka ganda yang tricky banget dan menjadi pusat dari istana ini.

Lorong bawah dari tangga spiral yang khas di istana Chambord

Kalau ada yang inget di film Beauty and the Beast, ada bagian yang Belle lari-lari di lorong tangga yang melingkar? Nah, bagian itu terinspirasi dari tangga spiral karya Leonardo Da Vinci ini.

Ini juga tangga helix yang berada di bagian luar istana
My happy face in Chambord
Look at this beautiful roof

Jadi, ternyata memang desainer film tersebut niat banget mengunjungi istana Chambord ini untuk melakukan riset dan mencari inspirasi dalam merancang desain istana yang dimasukan ke dalam latar belakang di film tersebut.

Istana ini juga memiliki taman yang cukup luas dan dikelilingi oleh taman berhutan sekitar 52,5 kilometer persegi (13.000 hektar). Sayangnya, karena waktu itu kita datangnya sudah agak sore, sekitar jam 3 dan juga saat itu musim dingin, jadi kita hanya memiliki waktu sedikit untuk jalan mengelilingi seluruh taman di istana ini. Soalnya, jam 5 sore sudah mulai gelap dan semakin dingin. Sekarang agak nyesel gak sempat mengelilingi taman tersebut.

Terdapat beberapa raja yang sempat menempati maupun singgah di istana ini. Walaupun Raja Francis I yang pertama kali membangun istana ini pada tahun 1519, ia tidak sempat merasakan tinggal lama di istana tersebut, bahkan ia hanya sempat melihat beberapa bagian dari istana tersebut sampai akhirnya ia meninggal dunia pada tahun 1547. Lalu, Gaston d’ Orléans singgah di istana ini bahkan menjadi orang pertama yang melakukan renovasi dan pemulihan di istana tersebut. Louis XIV kemudian memberikan sentuhan konstruksi terakhir di istana, juga melakukan kanalisasi sungai tersebut sekitar tahun 1660 dan pada tahun-tahun berikutnya ia menikmati berburu di Chambord.

Ayah mertua Raja Louis XV, raja Polandia, Stanislaw Leszczynski, saat diasingkan juga tinggal di istana Chambord. Saat musim panas tiba, wabah malaria memaksanya meninggalkan istana dan mencari perlindungan sementara di rumah-rumah terdekat (Blois, Saint-Dyé, château Saumery, château Ménars). Ingin membersihkan udara di Chambord, ia melanjutkan proyek kerja yang dilakukan oleh Louis XIV di sekitar istana. Kemudian pada tahun 1745, Maurice de Saxe, marshal dari Prancis, menerima istana Chambord dari tangan Louis XV sebagai hadiah untuk eksploitasi militernya.

Pada tahun 1821, setelah kampanye penggalangan dana nasional Henri, cucu Raja Charles X, menerima istana Chambord sebagai hadiah kelahirannya. Saat itu juga, untuk pertama kalinya istana ini dibuka untuk umum untuk memamerkan beberapa koleksi karya seni yang dipamerkan di istana tersebut. Namun, pada tahun 1883, Henri Duc de Bordeaux pun wafat, lalu memberikan istana kepada pewaris langsung, yaitu Raja Louis XIV.

Walaupun sudah didirikan sejak tahun 1519, istana ini baru selesai pembangunannya di bawah pemerintahan Louis XIV. Dan tahun 1930, istana dan tamannya telah menjadi milik negara. Lalu, sepuluh tahun setelah itu, tahun 1940, istana Chambord mulai terdaftar di Warisan Dunia UNESCO.

Kini di setiap ruangan yang ada di istana Chambord berisikan beberapa barang-barang pribadi milik raja-raja tersebut, lukisan istana Chambord di masa itu, juga beberapa koleksi seni lainnya.

Jika dibandingkan dengan Versailles, menurut saya, harga tiket masuk istana Chambord lebih murah. Waktu itu bulan Desember 2018, saya kesana bayar sekitar 13 EUR. Khusus untuk EU residents berusia di bawah 25 tahun, GRATIS! Untung dibayarin mertua, jadi gak syok-syok banget deh harus bayar segitu, karena kalau di rupiah-in harganya sekitar Rp 200.000.

Jadi, kalau teman-teman Her Love’s punya waktu lebih saat jalan-jalan di Perancis, saya sangat merekomendasikan untuk berkunjung ke istana ini. Namun, untuk transportasi, alangkah baiknya untuk menggunakan mobil sendiri atau mobil sewaan, karena letaknya yang terpencil dan jauh dari akses transportasi publik.

Alamat: Château, 41250 Chambord

9 Tips Jalan-jalan ke Versailles, Paris di Perancis

Beberapa waktu lalu, saya mengunjungi pacar (sekarang sih udah jadi suami, hehe) di kota Paris. Sebenarnya, suami saya tidak tinggal di Paris nya, tapi lebih ke selatan dari Paris, namanya kota Orléans. Jaraknya sekitar 130 kilometer, kalau naik kereta intercity sekitar 1 jam dari Paris. Tapi waktu itu kita nebeng di apartemen sepupunya yang berada di kota Paris, jadi biar kemana-mana juga lebih dekat. Semenjak pertama kali ke Paris tahun 2015 lalu, emang sebenarnya udah pengen banget ke Versailles, ya udah ada di bucket list banget deh intinya. Tapi waktu itu karena waktunya juga gak banyak, cuma 2 malam di Paris, jadi ya skipped dulu deh sambil harap-harap bisa berkesempatan lagi untuk balik ke Paris.

Dan, alhamdulillah, ternyata benar-benar dikasih kesempatan dan rezeki lagi, sama orang tersayang pula kesananya! Ihiy. Akhirnya saya membuat itinerary perjalanan selama di Paris selama seminggu lengkap dengan catatan, transportasi, waktu dan semacam what to do selama berkunjung ke tempat-tempat tersebut. Salah satunya, saya bilang saya pengin banget ke istana Versailles!

Apa sih Versailles? Itu dimana? Ada apa aja disana? Terus apa aja yang menarik?

Sebegitu cantiknya ya ❤ Foto dari Pinterest

Sabar, sabar gengs, saya coba jelaskan satu per satu ya.

Bagi yang belum tahu, belum pernah kesana, atau sekadar baru denger soal Versailles. Jadi, Versailles ini dulunya istana dan kediaman utama kerajaan Perancis sejak tahun 1682 di bawah Louis XIV hingga awal Revolusi Perancis pada tahun 1789 di bawah Louis XVI. Dan istana ini menjadi saksi adanya Revolusi Perancis pada zaman itu, dimana Marie Antoinette menjadi salah satu tokoh yang cukup terkenal dan berpengaruh saat itu.

Versailles kini menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO. Biasanya, istana ini digunakan untuk acara-acara penting, seperti; upacara-upacara, Royal Opera dan apartemen kerajaan; untuk apartemen kerajaan seperti Grand Trianon dan Petit Trianon yang terletak di dalam taman; ada juga pedesaan kecil yang dahulu kala sengaja dibuat untuk Marie Antoinette tinggal dan Taman Versailles yang sangat luas dan dilengkapi dengan air mancur, kanal dan kerbun berbunga. Luas seluruh area istana ini sekitar 1.000 hektar. Pokoknya bagi yang pencinta sejarah Eropa, Perancis khususnya, pasti bakalan suka banget sih sama tempat ini! 100% guaranteed.

Look at those ceiling details ❤
Setiap ruangan gaya dan warna wallpapernya beda-beda dan penuh warna, juga dominasi gold. Keren banget ya
The golden gate of Château de Versailles

Nah, jadi di post kali ini, saya mau coba kasih beberapa tips ke teman-teman yang pengin banget ke Paris, tapi bosen kalau cuma stay di kota nya aja, jadi kali ini kita main-main ke Versailles dulu ya. Sebelumnya, ada beberapa hal yang harus diketahui terlebih dahulu:

1. Pilih musim dan waktu yang tepat untuk berkunjung

Musim terbaik untuk mengunjungi Versailles sebenarnya pada musim semi dan panas, karena bunga-bunga bermekaran dan pepohonan akan terlihat sangat cerah dan penuh warna. Walaupun juga harus siap-siap dengan ramainya pengunjung yang datang dari berbagai belahan dunia. Di musim dan waktu tertentu biasanya, area fountain dan taman memiliki beberapa events tersendiri yang bisa di cek disini.

Catat ya, istana Versailles ini tutup setiap hari Senin, Christmas dan Tahun Baru.

The best place to hide, isn’t it? 😀

 2. Baca dan pahami dulu sejarahnya

Lebih baik sebelum kesana ketahui dulu sedikit mengenai latar belakang dan sejarah istana Versailles, jadi semakin bisa meresapi suasana dan cerita dari setiap ruangan di dalam istana. Minimal bisa Googling mengenai sejarahnya, baca beberapa buku, nonton beberapa film yang memang menceritakan atau menyinggung soal sejarah Perancis, berlatarbelakangkan istana Versailles, seperti; Marie Antoinette.

The Hall of Mirrors, galeri pusat istana Versailles yang sempat difungsikan sebagai aula untuk beberapa acara penting keluarga kerajaan

 3. Berangkat pagi atau menginap di kota Versailles?

Sebenarnya ke Versailles itu lebih baik berangkat pagi sekitar jam 7 atau 8 pagi dari Paris, untuk menghindari antrian yang panjang dan udara juga masih sejuk. Terlebih kalau tempat menginap kamu agak jauh dan di pinggir kota Paris, karena waktu tempuh bisa sekitar 1 jam sampai ke Stasiun Versailles Château Rive Gauche.

Atau, kalau memang masih banyak waktu, dan mau mengunjungi istana Versailles dan sekitarnya, bisa menginap 1-2 malam di Versailles village. Suasananya beda banget sama di Paris, kita seperti kembali ke masa lalu, kotanya super indah. Dan ada beberapa pilihan hotel untuk menginap dengan kisaran harga EUR 85/night, kalau mau ada juga kok Air BnB disana dengan harga yang jauh lebih murah di mulai dari EUR 50/night.

Kota Versailles itu emang bagus banget sih, kalau next time ada waktu lebih banyak juga kayaknya saya pengin coba menginap dan eksplor kota kecil ini, di luar dari istana nya yang maha megah.

4. Kenakan baju dan sepatu yang nyaman + gak ribet

Ini juga hal yang penting banget sih, kalau kamu berencana untuk summer kesini, pakai kaos simpel dan jeans udah paling juara. Karena panasnya Paris dan sekitarnya itu juga gak beda jauh sama Jakarta, bedanya less pollution aja sih paling. Terus, karena kalian pasti akan banyak jalan kaki dari stasiun ke istana dan keliling taman Versailles, paling the best ya pakai sneakers! Untuk perempuan-perempuan, I definitely will say no to high heels, stiletto, even flat shoes or whatever it is. Karena secapek itu gengs jalannya, percayalah Versailles gedeeeeeee banget.

Berjalan di sepanjang labirin ini. Kalo ada yang nonton film Parfume, pasti familiar sama labirin ini?

5. Naik RER C, pilihan terbaik dan termurah

Terletak di departemen Yvelines, sekitar 20 kilometer (12 miles) barat daya dari pusat kota Paris, untuk ke Versailles sebenarnya mudah banget! Kalian bisa dengan mudahnya mengakses dengan menggunakan kereta RER C. Untuk mengetahui rute dan stasiunnya dimana saja, bisa dilihat disini. Kereta RER C ini berbeda dengan jalur Metro, jadi pastikan untuk beli tiket di vending machine yang ada di stasiun. Kalau gak salah, tarifnya sekitar 7 euro (PP) dengan lama perjalanan sekitar 1 jam. Saya sarankan sih lebih baik untuk beli langsung PP dari Paris, untuk menghindari antrian lagi saat pulang dari Versailles. Karena biasanya saat menuju kembali ke Paris, di stasiun akhir Versailles Château Rive Gauche itu rame banget, apalagi kalau high season.

6. Jangan lupa bawa bekel makanan dan minuman

Sebenarnya ada restoran, kafe dan tea room yang menjual makanan di istana Versailles, tapi percayalah, mendingan kalian siap-siap untuk bawa beberapa makanan kecil atau mungkin seperti sandwich, croissant, buah, roti atau lainnya yang mudah dibawa dan dikonsumsi disana. Karena banyak sekali orang-orang yang akhirnya duduk-duduk di tangga bahkan di taman untuk sekadar ‘piknik’ dan menikmati udara yang bersih di Versailles sambil makan siang.

Bassin d’Apollon (French) or Fountain of Apollo (English) di sekitar sinilah rata-rata pengunjung membuat area “piknik” dadakan, sebenarnya ada juga bagian taman lainnya

 7. Jam buka? Tiketnya berapa? Beli Dimana?

Istana mulai dibuka pukul 9 pagi dan tutup jam 6.30 sore, tetapi untuk Grand Trianon dan Galeri hanya buka pada siang hari saja. Kalau mau jalan-jalan ke taman dan kebun buka setiap harinya, dan bebas biaya, kecuali jika ada acara Musical Fountain Shows dan Musical Gardens.

Begitu kamu memasuki area istana, di sebelah kiri ada kantor penjualan tiket ada yang namanya Ministers’ South Wing (letaknya di sebelah kiri lapangan The Cour d’Honneur ya!) harga tiketnya EUR 20 untuk semua area, dan EUR 27 kalau kamu mau nonton Musical Fountain Shows atau Musical Garden. Kalau kamu hanya ingin berkunjung ke istana aja dan area taman, harganya EUR 18.

Nah, kalau menurut kamu sehari gak cukup untuk ke Versailles, mereka juga menjual tiket yang berlaku selama 2 hari berturut-turut dengan harga EUR 25 dan EUR 30, kalau kamu mau nonton acara Musical Fountain Shows. Selain bisa beli on the spot, kamu juga bisa beli tiketnya secara online di websitenya ini, untuk menghindari antrian.

8. Persiapkan dan charge semua smartphone, kamera, iPad dll

Lagi-lagi ini menjadi salah satu hal yang penting buat saya dan mungkin juga buat kalian. Karena Versailles memang seindah itu geng dan sayang untuk kita lewatkan. Jadi, jangan lupa untuk mengisi batere gadget dan kamera kamu sampai full ya!

9. Tips khusus: bagi yang mau bawa anak-anak

Ini penting banget buat orang tua atau keluarga yang ingin bawa anak-anak. Istana Versailles mungkin bagus banget kalau kita mau mengedukasi anak-anak mengenai sejarah Perancis dan mencoba untuk memperlihatkan suasana yang ada di sana maupun hanya untuk bermain-main di taman, tapi coba pikirkan dua kali ya kalau kamu mau membawa anak-anak kecil yang usianya masih di bawah 5 tahun. Karena selain tempatnya luas banget, takutnya anak-anak udah terlalu capek dan keburu merengek mau pulang. Belum lagi, ada peraturan di Versailles yang melarang pengunjung untuk membawa stroller, baby chair, pushchair atau gendongan bayi yang ada kandungan metalnya. Kalau kamu membawanya, kamu harus menitipkan barang-barang tersebut di free left luggage yang sudah mereka sediakan disana.

Sebagai bonus, kalau kamu masih merasa capek setelah muter-muter di istana Versailles dan mau ngopi-ngopi atau snacking atau juga mau makan malam sebelum balik ke Paris, tenang aja, gak jauh dari stasiun Versailles Château Rive Gauche, kamu akan menemukan beberapa pilihan kafe dan restoran ala Perancis yang juga bisa memuaskan lidah dan perut kamu lho!

Nah ini pedestrian nya, asri banget ya ❤

Oh guys, satu lagi! Di Versailles juga ada toko oleh-oleh yang sayang untuk ditinggalkan, soalnya barang-barangnya lucu banget buat dijadikan oleh-oleh atau kenang-kenangan, harga dan barangnya bervariasi, mereka menjual kartu pos, alat tulis, mainan anak, cokelat, permen, sabun, tas dan sebagainya, desainnya ala ala oldies klasik gitu!

ini cokelat yang dijual di dalam toko souvenirnya 🙂

Kira-kira itulah beberapa hal yang penting dan harus kalian perhatikan ya kalau kalian ingin berkunjung ke Istana Versailles.

Bagaimana gengs kira-kira? Masih ragu untuk melihat secara langsung keindahan istana yang luar biasa cantik ini?

Our 3rd Paris Bucket Lists Checked: Notre Dame St. Michel Cathedral

In this post, I will still talk about me and my significant other’s bucket lists during our last trip to Paris. It was just last month since I went back from my second trip to Paris, we had so much fun last time which we’ll never forget.

Every time I travel abroad, especially to European countries, I always spare my times to visit some worship places, most of the times I went to many cathedrals just wants to see their old architecture as well as the interior design of the cathedrals. Basically, I love architecture and interior design, since long time ago.

So here I am gonna show you our good times during our visit to the famous and oldest Cathedral in Paris…

Notre Dame Cathedral.

It was a beautiful day during spring!

That was my second time to visit Notre Dame Cathedral. My first time went there back in 2015, but I was not able to go inside the Cathedral because I had limited short time of visit and plus, the queue was very loooong! Last month I went there with my boyfriend, the queue also very long but then it faster for the visitors who wanted to go in.

Oh, look at the details of the front of the building (Western facade)

As you can see from the whole architecture of this building, it is a medieval Catholic cathedral and very well-known as one of French Gothic architecture. The construction has begun in 1163 during Louis VII, and the elements were completed around 1345.

The Evolution of the Cathedral in France

As a Moslem, I really love to see and visit gothic cathedrals in Europe because first, we don’t have such very old buildings in my hometown, Jakarta. So it will be different experiences for me. And the last, I like to learn how they pray and try to look at every different worship places, as well as to understand their histories. I was so lucky that I have French boyfriend which also was my personal tour guide in Paris, so he could tell me all about the church and its history. Merci beaucoup mon sayang.. Bisous!

A view from the left-side of the Cathedral

In Indonesia, we have a lot of mosques, churches, monasteries (Vihara/Wihara is a Buddhist worship place), and some of the Hinduist temples (there are many of Hinduist temples in Bali). For me, it is important to learn other religious activities and cultures, because it will make us understand to each other’s belief as well as to embrace the differenciancies.

Magnificent view from behind of the Cathedral

Okay back to this Notre Dame, this cathedral located in Central of Paris. Where you can get the transportation easily by RER B (blue line), RER C (yellow line), and Metro Line 4 (fuschia), besides you can also reach the place easily by some busses.

**

Pictures was taken by me.

5th Arrondissement of Paris, Île de la Cité.

Our 2nd Paris Bucket Lists Checked: Le Consulat, Montmartre

I could say that I fell in love with the Montmartre area. For me, it’s very different with Parisienne neighbourhood as in general. The buildings in Montmartre was more original and some are old buildings which turned into cafe, souvenir shop, and restaurant. I just wondering it could be beautiful to live around there, but on the other hand, it could be also a disaster because there is always so many foreign tourists in the area.

If you ever watched movies like Amélie, Midnight in Paris, Paris, I love you and Moulin Rouge, those are a few movie titles which had the movie set in Montmartre.This area also very well-known of a famous basilica called, Sacré-Cœur, there is also Moulin Rouge and this cafe…

Le Consulat

It was our first day together in Paris and we looooved it!

After a long journey from our place which located in south part of Paris then took a Metro to go to Sacré-Cœur, finally, we decided to have lunch in this cafe! Yassss, so happy. It was always on my bucket lists every time I visit Paris. I knew this restaurant maybe since earlier in 2000s, from many pictures that I pinned on my Pinterest and Googled! Somehow I also see that this cafe is a romantic one compare to the others cafe surround.

And because, I loooove the red colour, of course!

We were lucky because it was a sunny and beautiful day when we were there, even we had a bit of rain, but after the sun was shining brightly in front of the cafe.

This is the lovely guy who was helped me to fulfilled #OurParisBucketlists. Love you! XOXO

Well, in terms of the food in the menu, the price it’s quite pricey for some food. And oh, I really love the Omelette with fromage and champignon with the salad. Lovelovelove and so tasty!

Since we have common favourite food, like the mushroom, cheese, croissant, pain au chocolat, salad, nasi goreng and spices like garlic, onion, shallot and many more, so it was easy to pick the food for us.

Relaxed outside Le Consulat resto

We bought the Omelette with Fromage and Champignon and as a dessert we ordered Crêpes! The price for the omelette is around EUR 11, while Crêpes is EUR 7 (if I am not mistaken). They also have some other foods like some kind of salads, crêpes, pasta, seafood and any kind of drinks like wines, beers, cafe latte, cappuccino, and many more.

It was a sunny day in Montmartre

Look my happy face! I wore my new Parisienne red hat which I bought in souvenir shop around there!

So, don’t forget to stop by at this cafe once you will be in Montmartre!

**

Picture was taken by: Me and him

Address: 18 Rue Norvins, 75018 Paris, France

Our 1st Paris Bucket Lists Checked: Sacré-Cœur

This is the first place which we put as our first must visit place while we were in Paris. Well, I actually was insisted on making our itinerary trip to Paris. I hardly in love with Sacré-Cœur and it was on my bucket list in 2015, but I didn’t have so much time to visit this Basilica. That is why I am the one who insisted on putting this in our first Paris Bucket Lists (and thank youuu for being so nice and received my idea, love ❤ hahaha).

Here I am gonna show you my amateur pictures which I took with my phone. Hope you’ll enjoy it!

The first #OurParisBucketlists checked!

La Basilique du Sacré Cœur de Montmartre

A popular landmark, the basilica is located at the summit of the Montmartre, the highest point in the city. The Sacré-Cœur Basilica was designed by Paul Abadie. The construction began in 1875 and was finished in 1914. It was consecrated after the end of World War I in 1919.

This Roman Catholic church construction began in 1875 and was finished in 1914

The inspiration for Sacré Cœur’s design originated on 4 September 1870, the day of the proclamation of the Third Republic, with a speech by Bishop Fournier attributing the defeat of French troops during the Franco-Prussian War to a divine punishment after “a century of moral decline” since the French Revolution, in the wake of the division in French society that arose in the decades following that revolution, between devout Catholics and legitimist royalists on one side, and democrats, secularists, socialists, and radicals on the other.

There is a King Saint Louis IX statue above

The overall style of the structure shows a free interpretation of Romano-Byzantine features, an unusual architectural vocabulary at the time, which was a conscious reaction against the neo-Baroque excesses of the Palais Garnier cited in the competition. Many design elements of the basilica symbolise nationalist themes: the portico, with its three arches, is adorned by two equestrian statues of French national saints Joan of Arc (1927) and King Saint Louis IX, both executed in bronze by Hippolyte Lefebvre; and the nineteen-ton Savoyarde bell (one of the world’s heaviest), cast in 1895 in Annecy, alludes to the annexation of Savoy in 1860.

Stunning interior of the Basilica

A beautiful polaroid picture from us ❤

 

Source: Wikipedia

Picture taken by: Astrid Maharani

France Travel Bucket-list

  1. Paris DONE
  2. Provence-Alpes-Côte
  3. Cannes
  4. Marseille
  5. Annecy DONE
  6. Strasbourg DONE
  7. Chamonix DONE
  8. Toulouse DONE
  9. Dijon DONE
  10. Grenoble
  11. Alsace DONE
  12. Colmar DONE
  13. Normandy DONE
  14. Bordeaux
  15. Nice
  16. Nancy
  17. Lille
  18. Avignon
  19. Verdon Gorge
  20. Montpellier
  21. Bordeaux
  22. Lyon DONE
  23. Orléans DONE
  24. Versailles DONE
  25. Rennes
  26. Clermont-Ferrand
  27. Caen
  28. Le Havre
  29. Saint-Étienne
  30. Nîmes
  31. Ferney-Voltaire DONE
  32. Jura DONE
  33. Calais
  34. Rouen DONE

… and there will be another city in France, that I would like to visit. I will never get bored with France. Moreover, now I have my life partner who lives in there! I would like to discover France and the world with him.

Someone that I adore.