WITT #32: Sedih banget.

Iya, seperti judul diatas sebenernya aku lagi merasa sesedih itu. Segala hal terjadi beruntun baik di Indonesia dan negara tempat aku tinggal saat ini, yaitu Perancis. Entah sejak kapan perasaan ini kayak hilang timbul aja gitu sesuai dengan beberapa kejadian yang terjadi di sekitarku.

Hal paling sedih itu kayaknya dimulai ketika kabar duka datang dari Indonesia saat aku tahu Presiden ke-3 Indonesia meninggal dunia yaitu Almarhum BJ. Habibie. Kayaknya yang sedih gak cuma aku aja sih, pasti hampir seluruh Indonesia merasa berduka. Aku yang gak kenal secara personal, yang cuma pernah ketemu almarhum 2 kali seumur hidup aja, hati merasa hancur, gimana anak-anak dan keluarga besarnya? Selama 7-10 hari setelah almarhum meninggal dunia, yang aku tonton di Youtube cuma video-video almarhum.

DAN MEWEEEK DONG.

Sesedih itu ngeliat video-videonya. Rasanya kayak kehilangan kakek dan orang tua sendiri. Part tersedih dan bisa bikin mewek banget itu kalau lihat video beliau lagi ketawa dengan jenakanya. Ciri khas almarhum banget deh kalau ketawa.

Aku tuh sampe kepikiran, rasanya pengen bangeeet mengunjungi pemakaman almarhum, kalau nanti balik ke Indo. Setiap kepikiran kayak gitu, akhirnya berakhir dengan shalat dan doa untuk almarhum. Di setiap doa yang aku panjatkan ke almarhum, bayangan wajahnya yang sedang senyum entah kenapa kelihatan jelaaasss banget di bayangan aku, I don’t know why.

Hal tersedih kedua itu hati makin hancur ketika setiap buka Twitter dan Instagram yang diberitakan itu seputar kebakaran hutan di Indonesia, UU KPK yang akhirnya disahkan dengan terburu-buru dan seakan-akan ingin melanggengkan ‘budaya’ korupsi di Indonesia, belum lagi soal #ReformasiDikorupsi terkait sejumlah RUU dan RKUHP yang lagi marak banget dan mengakibatkan demonstrasi di sejumlah kota di Indonesia. Sebenarnya yang paling sedih itu, ketika tahu beberapa teman-teman di Jakarta sedang memperjuangkan hak-haknya, tapi aparat kepolisian yang seharusnya mengayomi malah memperlakukan mereka seperti musuh besar yang harus dimusnahkan di muka bumi. Banyak mahasiswa dan jurnalis sudah menjadi korban, sedikit dari mereka yang bahkan meninggal dunia. Padahal mereka hanya ingin aspirasi mereka didengar.

Gak cuma sampai disitu.

Tepat seminggu lalu, di kota aku tinggal yaitu di Rouen, Perancis, baru aja ada kejadian yang paling menyeramkan selama aku hidup. Memang mungkin ini gak bisa kita bandingkan dengan bencana alam tsunami ataupun gempa bumi ya, tapi ini juga berdampak buruk sekali. Jadi, hari kamis tanggal 26 September 2019 lalu, tepatnya pukul 3 pagi, salah satu chemical plant pabrik bernama Lubrizol terbakar. Kenapa menyeramkan? Karena di pabrik tersebut memiliki setidaknya lebih dari 5.000 ton bahan kimia yang berbahaya baik untuk lingkungan dan kesahatan.

Setelah 5 hari masyarakat sekitar merasa gusar akibat dari bau asap yang ditimbulkan pada kebakaran Lubrizol tersebut, akhirnya Prefecture setempat mengumumkan dan mempublikasikan hasil dari analisis bahan kimia yang dapat berakibat buruk bagi lingkungan sekitar dan kesehatan manusia. Baunya emang senyengat itu, apalagi 1 – 4 hari pasca kejadian tersebut. Beberapa kali sempat hujan, aku pikir akan menghilangkan bau dari asap tersebut, ternyata enggak sama sekali, baunya semakin nyengat bahkan masuk hingga ke dalam apartemen.

Sumber: Instagram
Ini asepnya saat melewati atap apartemen kita pukul 09.00 pagi

Akhirnya genap seminggu pasca kebakaran, suami ngajak aku untuk pindah dulu sementara waktu di rumah Mamanya di kota Orleans. Enggak tau sampai kapan, tapi sebegitu takutnya kita akan efek samping dari kebakaran tersebut. Karena sekarang baunya dan kandungan kimia seperti sudah menempel di bangunan-bangunan, aspal jalanan, trotoar, angkutan umum dan sebagainya. Jadi kita berencana untuk melakukan medical check up di Orleans, untuk jaga-jaga kalau di dalam tubuh kita tidak mengandung beberapa zat bahaya yang disebutkan di dalam list tersebut. Parahnya, zat-zat berbahaya ini bisa menempel dimana saja, air, bangunan dll bahkan sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Banyak penduduk yang sudah merasakan sakit di tenggorokan, mata dan saluran pernafasan, bahkan ada yang sampai muntah dan merasa mual tiap kali bernafas.

Kejadian ini seakan-akan mengingatkanku dengan kejadian kebakaran hutan di Indonesia. Aku seperti merasakan nasib yang sama, walaupun sebenarnya di Indonesia bahkan lebih parah dan sudah sebulan lebih merasakannya.

Ternyata memang hidup sehat dan berada di lingkungan yang sehat itu mahal banget ya harganya. Beruntunglah bagi orang-orang yang bisa bernafas dengan lingkungan yang bersih dan gratis. Karena di belahan dunia ini, mungkin ada orang-orang yang sulit walaupun hanya untuk bernafas dan untuk memiliki lingkungan yang bersih.

Terima kasih sudah membaca curhatanku ini ya.

Astrid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.