Tiba di Perancis: Dokumen yang wajib diurus!

Salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu dan dinanti-nantikan akhirnya datang juga! Bertemu kembali dengan suami, setelah long distance marriage (LDM), yaitu memulai hidup baru bersama di Perancis. Bagi WNI yang sudah melewati berbagai macam prosedur menikah dengan WN Perancis, memenuhi syarat keberangkatan dan pindahan ke Perancis, pasti senang sekali ketika akhirnya menerima visa long séjour dari pihak Kedubes Perancis.

But wait, you just passed one of all administrations.

Yang artinya, masih ada rentetan administrasi lainnya yang harus kamu urus nanti setibanya di Perancis. Berikut ini saya coba akan berbagi pengalaman, tips dan hal-hal apa saja yang harus kita lakukan setibanya di Perancis.

Attention: ini yang saya dan suami lakukan di Perancis ya. Untuk yang berbeda negara, mungkin bisa Googling artikel lain terkait prosedur di negara tersebut. Karena saya yakin tiap negara pasti berbeda prosedur dan juga peraturannya.

So, mungkin saya bisa mulai terlebih dahulu menjelaskan mengenai Visa Long Séjour (visa long stay). Jadi, kalau kamu ingin menetap untuk waktu yang lama di Perancis, kamu diharapkan untuk membuat visa tipe ini. Namun, sebenarnya ada beberapa kategori terkait dengan visa long stay (visa jangka panjang) diantaranya;

  1. menetap untuk beberapa periode untuk liburan atau alasan pribadi
  2. profesional kerja
  3. pendidikan (sekolah, kuliah, kursus dll)
  4. bergabung dengan anggota keluarga.

Dalam kasus saya, tentu saya memilih alasan yang terakhir, yaitu untuk bergabung dengan suami saya dan menetap di Perancis.

Jaman saya beberapa waktu lalu, untuk urusan visa kita masih bisa melakukannya di TLS Contact website. Tapi terhitung sejak November 2018 lalu, kita harus ke website France Visa.

Jadi, setelah pilih di menu bar: Coming to France for >> Family purpose >> He/She is French >> Spouse of French national.

Untuk persyaratan seperti dokumen pendukung apa saja yang harus disiapkan, tentu hal ini jauh lebih mudah dilakukan ketika kamu sudah menikah dengan pasangan WN Perancis kamu. Persyaratan lengkap untuk membuat long stay visa, sila untuk membaca di artikel ini.

Setelah semua urusan visa ini selesai dan kita bisa berangkat ke Perancis, tentu masih ada rentetan dokumen administrasi lainnya yang harus kita lakukan setibanya di Perancis. Jadi, walaupun visa kita untuk setahun, bukan berarti itu berlaku secara otomatis selama setahun, biasanya masa berlakunya sekitar 90 hari, visa tersebut baru bisa berlaku dan dipakai, ketika kita memiliki carte de séjour.

Hah, apalagi itu carte de séjour?

Sabar, sabar ya. Jangan stress dulu, kamu dan pasangan kamu harus yakin kalau dengan dukungan satu sama lain, kalian pasti bisa melalui semua urusan administrasi ini dengan baik (cieee..). Jadi, tetap semangaaat ya!

Catatan penting: kalian harus membawa semua dokumen penting pribadi dan dokumen pernikahan ke Perancis (misal, akte kelahiran asli, fotokopi KK, ijazah pendidikan, transkrip, buku nikah, dll).

Supaya sesampainya di Perancis, gak kelimpungan cari-cari dokumen dan malah merepotkan keluarga di Jakarta untuk kirim dokumen-dokumen tersebut.

Oke, lanjut.

Pertama, carte de séjour atau residence permit adalah izin tinggal di Perancis untuk pendatang yang akan tinggal di Perancis hingga satu tahun maupun lebih. Beberapa kategorinya mengizinkan pemegang visa untuk tinggal selama 3 atau bahkan 4 tahun.

Untuk itu, biasanya bagi orang-orang yang baru tiba di wilayah Perancis, pemegang visa VLS-TS berkewajiban mengirimkan beberapa dokumen by post ke OFII kota dimana mereka tinggal, dengan melampirkan formulir aplikasi OFII yang telah diisi dan di stempel oleh pihak Kedubes Perancis sewaktu di Jakarta.

Dokumen lain yang juga harus dikirimkan kepada OFII diantaranya;

  1. Fotokopi halaman depan paspor yang berisikan identitas pribadi dan validitas paspor
  2. Fotokopi halaman stempel imigrasi Perancis (yang biasanya diberikan ketika masuk wilayah Perancis)
  3. Fotokopi halaman visa long stay
  4. Fotokopi livret de famille

Kirimkan semua dokumen diatas dengan Formulaire de Demande d’Attestation OFII yang sudah di isi seluruh informasi mengenai data pribadi kamu. Setelah itu OFII akan mengirimkan bukti tanda terima bahwa file sudah diterima dengan baik. Waktu itu tanda terima ini dikirimkan setelah 4 (empat) hari saya dan suami mengirim semua dokumen diatas.

Ingat, waktu lama atau tidaknya, bisa tergantung dari kantor OFII di daerah kalian ya.

Lalu, sekitar 3-4 minggu setelah menerima surat tanda bukti tersebut, saya mendapatkan surat panggilan dari OFII untuk melengkapi file, undangan untuk melakukan pemeriksaan medis dan radiologi, dan juga pertemuan pengantar (visite d’accueil).

Nah, pada pertemuan ini, kalian kembali diwajibkan untuk membawa dokumen-dokumen seperti; paspor, foto ukuran paspor (menghadap ke depan tanpa penutup kepala), bukti tempat tinggal di Perancis (tanda terima sewa, listrik, gas, air atau tagihan telepon rumah dengan nama kamu), hasil sertifikat medis, dan biaya pajak yang harus dibayarkan kepada OFII by online berupa stamp/timbre. Untuk ini, kamu bisa membayar dan mendapatkan stamp tersebut disini. Setelah itu mereka akan memberikan stempel bukti melalui email, stempel inilah yang harus dilampirkan dan dibawa saat pertemuan tersebut.

Tarif OFII ini berbeda-beda tergantung maksud dan tujuan kita tinggal di Perancis:

Pengunjung : 250EUR –> istri WN Perancis masuk ke dalam kategori ini

Pelajar & Trainee : 60 EUR

Profesional kerja : 250 EUR

Seperti yang sudah saya informasikan diatas, nanti akan ada personal interview dengan pihak OFII, pertemuan ini bertujuan untuk:

  • Presentasi mengenai Republican Integration Contract;
  • Tes tertulis untuk menilai kemampuan bahasa Perancis;
  • Wawancara personal terkait dengan situasi sosial dan profesional, kemungkinan menggunakan bahasa Perancis, atau disediakan interpreter kalau tersedia;
  • Penandatanganan Republican Integration Contract

Kebetulan saya baru akan memulai pemeriksaan medis dan interview awal Maret depan. Deg-degan sih, tapi mudah-mudahan semuanya akan baik dan lancaaar.

Nah, yang saya ketahui dan hasil ngobrol dengan beberapa imigran atau WN lainnya, setelah melihat hasil tes tertulis kemampuan bahasa Perancis, OFII akan menentukan apakah kamu membutuhkan kursus bahasa Perancis lagi atau tidak. Jika iya, kamu akan mendapatkan kursus bahasa Perancis secara gratis!

Setelah semua formalitas ini dilaksanakan, pada proses akhir validasi, OFII akan memberikan izin untuk kamu tinggal yang tercatat sah secara hukum di Perancis berupa melampirkan stiker dan tanggal di paspor kamu, selama masa berlaku visa yang tercantum di paspor kamu.

Wajib diketahui: Karena penyelesain formalitas ini mungkin memakan waktu cukup lama, bisa sekitar 1 bulan, tergantung kantor OFII setempat. Kamu harus memulai proses pengiriman seluruh dokumen sesaat setelah ketibaan di Perancis, paling lambat di minggu pertama setibanya di Perancis.

Jika kamu gagal melakukannya dalam waktu 3 bulan di Perancis, berarti kamu tinggal secara ilegal di Perancis dan harus membayar biaya legalisasi lagi.

Huft, memang penuh pengorbanan dan uang ya, menikah dengan WNA itu.

Nah, bagi yang ingin memperpanjang izin tinggal di luar dari visa dan residence permit, kamu harus memperpanjang visa atau izin tinggal dalam waktu 2 bulan terakhir, sebelum masa berlaku visa kamu berakhir.

Kunjungi kantor Préfecture setempat di kota kamu melakukan aplikasi permohonan izin tinggal. Nanti kamu akan diberikan formulir yang dibutuhkan untuk mendaftarkan diri kamu. Kalau kamu gagal atau tidak cukup waktu untuk melakukan perpanjangan ini, akan mengakibatkan kamu harus kembali ke negara tempat tinggal untuk meminta visa baru.

Kedua, setiba di Perancis kalian wajib Lapor Diri dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) di negara tersebut. Kenapa? Supaya kamu tercatat di KBRI dan kalau ada apa-apa, KBRI siap membantu. Misalnya, kamu ingin memperpanjang paspor yang masa berlakunya sudah abis. Jadi, data diri kamu sudah ada di KBRI, gak perlu repot ke Indonesia, cuman perkara perpanjang paspor (bukan apa-apa, ongkosnya kan lumayan ya, gengs). Juga, urusan pekerjaan, perceraian, kematian dan lainnya.

Nah, saat ini Lapor Diri untungnya udah online! Jadi, sila klik ke website ini. Untuk melaporkan diri kamu, sebaiknya kamu pilih kolom Daftar. Di isi dengan lengkap ya informasi pribadinya, untuk memudahkan tracking data kamu nantinya. Setelah itu, persiapkan beberapa dokumen dalam bentuk jpg seperti diantara ini:

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Paspor halaman data diri
  3. Visa VLS-CF
  4. Bukti tempat tinggal di Perancis (slip listrik, kontrak apartemen, slip telepon)
  5. Carte de séjour (jika sudah ada) atau Surat Bukti Tanda Terima sedang dalam proses validasi administrasi by OFII

Setelah selesai, nanti kamu akan mendapatkan nomor registrasi lapor diri. Beberapa hari setelah melakukan lapor diri online, akhirnya saya mendapatkan email langsung dari Konsuler KBRI Paris, kalau mereka sudah menerima pendaftaran dan data saya. Jika ada beberapa dokumen yang belum terverifikasi, mereka juga akan minta kirimkan by email.

Ketiga, untuk mengurus Caisse Primaire d’Assurance Maladie (CPAM) atau Sécurité Sociale. Hal ini yang selalu diingatkan oleh suami saya setelah kami mengurus dokumen dengan OFII. Karena warga negara asing yang tinggal dan bekerja di Perancis harus mendaftarkan diri ke French social security untuk mendapatkan tunjangan dari pemerintah, termasuk tunjangan asuransi kesehatan. Sistem jaminan sosial yang lebih dikenal oleh orang-orang Perancis sebagai la Sécu ini ada beberapa kategorinya. Penting bagi WNA di Perancis untuk mendapatkan nomor social security ini untuk mendapatkan benefit yang ditawarkan oleh pemerintah Perancis.

Saya sendiri menyerahkan pengurusan ini kepada suami, karena suami yang paling ngerti soal ini, tapi untuk formulirnya sila download disini

Setelah mengisi formulir tersebut, kamu juga harus melampirkan:

  1. Fotokopi paspor yang berisikan data diri
  2. Fotokopi visa
  3. Fotokopi stempel dari imigrasi Perancis
  4. Fotokopi surat tanda terima OFII (bagi yang belum punya residence permit)
  5. Fotokopi akte kelahiran (yang harus diterjemahkan ke Bahasa Perancis, dengan penerjemah tersumpah di Perancis)
  6. Fotokopi akun bank (kalau belum punya bisa pakai akun bank suami dulu, tapi lampirkan surat pernyataan ya kalau kalian berdua sama-sama mengetahui dan setuju untuk menggunakan akun bank suami nantinya untuk menerima benefit tersebut)
  7. Fotokopi bukti tempat tinggal

Setelah mengisi formulir diatas dan mengumpulkan semua dokumen, langsung dikirimkan ke kantor CPAM atau Sécurité Sociale di kota kamu tinggal.

Keempat, membuat nomor pajak dan akun rekening bank. Harusnya ini sudah bisa dibuat dari sejak kita pindah. Namun, biasanya untuk mengurus nomor pajak memakan waktu lebih lama, terlebih jika kamu belum mendapatkan residence permit dari pihak OFII. Jadi, karena urusan residence permit saya juga belum selesai, akhirnya kami memutuskan untuk membuat nomor pajak dan akun rekening bank setelah urusan residence permit selesai.

Jadi, kira-kira segitu dulu ya informasinya! Mudah-mudahan cukup membantu. Next time saya akan cerita bagian senang-senangnya ya, seperti traveling atau cerita pengalaman gimana rasanya hidup di Perancis sebagai pasangan atau istri orang Perancis.

Sila komen di bawah atau juga bisa kontak saya by email jika ada yang ingin ditanyakan ya.

Bisous,

Astrid

2 thoughts on “Tiba di Perancis: Dokumen yang wajib diurus!

  1. Halo, mb Astrid.
    Untungnya ketemu blog, mb, yg bsa detil gini jabarin apa2 aja yg diperlukan untk pngurusan dokumen nikah sm WNA Perancis.
    Kagok bgt aku mbak, banyak bgt ya yg perlu diurus, berarti aku hrs segera ngurus semua ya buat nikah taun depan.
    Doakan lancar ya, mb.
    Mb, aku mau tnya, mb ttep WNI atau pindah kewarganegaraan Perancis ikut suami ndak??
    Aku masih belum paham, plus minusnya kalau tetep jadi WNI atau jadi wrga negara Perancis sana.
    Mhon pencerahannya doong.
    Makasih ya 😁

    Like

    1. Halo Sakti. Senang sekali kalau blog-nya bisa membantu pembaca lain yang bingung ketika ingin mengurus pernikahan dengan WN Perancis.
      Saya merasa menulis semua artikelnya merasa tidak sia-sia, hehe :”) Awalnya ketika kita pikirin pasti ribet, susah, dan rasanya pengen menyerah saja.
      Tapi ketika sudah mulai dijalankan pelan-pelan, percayalah, tidak sesulit yang dibayangkan. Hanya butuh kesabaran dan telaten untuk menjalankan step by stepnya. Yang paling penting, harus memikirkan deadline waktunya ya.

      Untuk menjadi atau pindah kewarganegaraan Perancis tidak mudah dan tidak serta merta, ketika kita menikah dengan WN Perancis, bukan otomatis kamu jadi WN Perancis juga. Proses masih sangat panjang dan juga banyak persyaratan yang berlaku untuk memiliki WN negara lain. Aku pribadi, sejauh ini masih memilih untuk menjadi WN Indonesia. Karena sebenarnya, ketika kamu menjadi suami/istri dari WN Perancis, kamu akan tetap mendapatkan hak yang sama dengan WN Perancis lainnya, dalam hal sosial, pendidikan, lapangan kerja, kesehatan dsb, KECUALI, hak untuk voting dan paspor Perancis. Iya kamu bisa bekerja disini, walaupun setelah menikah kamu hanya memiliki VLS-TS (long stay visa).

      Namun, yang aku rasakan pribadi, awal mulanya akan sedikit sulit untuk beradaptasi di Perancis, pertama karena urusan perbedaan bahasa dan kebudayaan. Tapi lambat laun, juga nanti bakalan kerasan kok, semua pasti ada prosesnya ada capek-capeknya, tapi kan yang terpenting bisa terus bersama dengan pasangan tercinta, hehe ❤

      Semoga sedikit 'tercerahkan' ya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.